Bitcoin Makin Meroket Setelah Elon Musk Ikut Berinvestasi, Bill Gates Wanta-wanti Ingatkan Hal Ini

Siswandi
Jumat, 26 Februari 2021 | 02:08 WIB
Bill Gates. Foto: reuters R24/wan Bill Gates. Foto: reuters

RIAU24.COM -  Keberadaan mata uang elektronik Bitcoin, saat ini kembali marak disorot. Hal itu setelah CEO Tesla Inc. Elon Musk berinvestasi Bitcoin senilai US$ 1,5 miliar, belum lama ini. Musk juga menyebutkan Tesla bakal menerima pembayaran dengan menggunakan Bitcoin. Karena faktor itu, saat ini nilai Bitcoin terus meroket bahkan menembus rekor baru. 

Namun dalam pandangan pendiri Microsoft, Bill Gates, ada yang harus diperhatikan bagi mereka yang berminat untuk berinvestasi pada mata uang elektronik ini. 

Menurut Gates, mata uang digital tersebut tak harus dibeli oleh masyarakat umum.

"Elon memiliki banyak uang dan dia sangat canggih, jadi saya tidak khawatir Bitcoin-nya akan naik atau turun secara acak," lontarnya, Kamis 25 Februari 2021, saat diwawancara Bloomberg Television.

Baca juga: Emas Batang Antam Hari Ini Masih Bertahan di Rp 932.000/gram

Namun Gates mengingatkan, investasi Bitcoin oleh masyarakat umum yang tak punya banyak uang untuk disisihkan, akan sangat riskan. 

"Pemikiran umum saya adalah jika Anda memiliki lebih sedikit uang daripada Elon. Anda mungkin harus berhati-hati,” tambahnya, dilansir tempo. 

Bloomberg Billionaires Index mencatat saat ini nilai kekayaan Elon Musk mencapai US$ 189,6 miliar. Bos Tesla ini telah menjadi pendukung setia Bitcoin. Sehingga, segala gerak-geriknya mempengaruhi sentimen akan mata uang digital tersebut. 

Bahkan harga aset kripto tersebut tercatat melonjak sebanyak 76 persen pada bulan ini setelah investasi Tesla. Kenaikan harga tersebut terjadi sebelum jatuh 13 persen setelah dia mengatakan harga aset kripto tampak tinggi melalui akun Twitter.

Baca juga: Studi: Pendapatan Rata-rata CEO di Perusahan Ini 300 Kali Lebih Besar dari Upah Minimum Pekerja

Untuk diketahui, perdebatan tentang keberadaan Bitcoin sebenarnya juga bukanlah sesuatu hal yang baru. Miliarder Warren Buffett menganggap aset kripto tidak memiliki nilai dan tidak menghasilkan apa pun.

Bahkan Menteri Keuangan AS Janet Yellen sempat mengatakan, Bitcoin adalah cara yang sangat tidak efisien untuk melakukan transaksi.

Meski demikian, faktanya saat ini semakin banyak perusahaan yang mulai menerima Bitcoin. Sebut saja PayPal Holdings Inc, Visa Inc dan MasterCard Inc. Sementara itu, bank sentral termasuk Federal Reserve Amerika dan Bank Sentral Eropa sedang mempelajari cara mendigitalkan mata uang mereka sendiri. ***


Informasi Anda Genggam


Loading...