Diklaim Sepihak, Pihak PT TPI Minta Uji Forensik Keabsahan Surat Blok Kelompok Sayang: Tindak Seadil-adilnya

M. Iqbal
Jumat, 26 Februari 2021 | 08:59 WIB
Lahan milik PT Tristar Palm Imternasional yang diklaim sepihak oleh kelompok Sayang R24/ibl Lahan milik PT Tristar Palm Imternasional yang diklaim sepihak oleh kelompok Sayang
Bea Cukai

RIAU24.COM - Direktur PT Tristar Palm Internasional, Ir Murnis angkat suara soal adanya klaim secara sepihak yang dilakukan oleh Kelompok Sayang terhadap lahan seluas 30 hektar dari 77 hektar milik perusahaan tersebut. Selain menguasai lahan, kelompok Sayang dan LSM P3KD juga menanami lahan tersebut dengan berbagai tanaman.

Dari hal tersebut, dia pun melapor ke Polres Dumai bernomor LP/204/IX/2020/Riau/Red pada 28 September 2020 lalu, kemudian melaporkan kembali pada Polsek Sungai Sembilan pada 17 Februari 2021 lalu dengan nomor B/22/II/2021/Reskrim.

"Saya meminta Polres Dumai untuk uji forensik atas surat blok yang ada di kelompok Sayang untuk mengetahui keabsahan surat tersebut. Saya minta polisi bertindak seadil-adilnya," kata dia dijumpai wartawan, Kamis, 25 Februari 2021.

Dia menjelaskan, pihak dari LSM P3KD pernah mengajak duduk bersama untuk bicarakan upaya damai. Tapi, dia sendiri tidak menanggapinya. Murnis memastikan jika tanah yang dia beli secara sah dan legal. Bahkan, dia memiliki semua surat yang dibeli dari pemilik sebelumnya.

Baca juga: Sudutkan Pemrov Riau Soal Banjir Pekanbaru, Iwan Fatah Minta Roni Pasla Ngomong Pakai Data

Untuk diketahui, pihaknya berencana membangun pabrik minyak goreng, sabun dan mentega di lahan tersebut. Dia sendiri juga berjanji untuk mempekerjakan 60-70 persen tenaga kerja tempatan di pabrik yang akan ia bangun.

"Saya akan memperkerjakan 60-70 persen pegawai adalah masyarakat tempatan," janjinya.

Dikatakannya lagi, dengan adanya penyerobotan lahan itu, sudah sangat mengganggu iklim investasi di Riau terutama di Dumai. "Saya sudah menyerahkan masalah penyerobotan lahan ini ke pada pihak berwajib. Diharapkan pihak berwajib bisa berikan kepastian hukum agar iklim investasi meningkat," tandasnya.

Sementara itu Mantan Penghulu Lubuk Dalam Kecamatan Bukit Kapur Dumai, Nurzaman Abdullah menambahkan sejak dirinya menjabat sebagai Penghulu, dia tidak pernah mengetahui ada kelompok Sayang yang memiliki lahan di wilayah kepenghuluannya.

Baca juga: Moge Dikawal Polisi di Tol Pekanbaru - Bangkinang, Polda Riau: Masih Dalam Pengerjaan, Siapa Saja Boleh Lewat Dengan Izin

"Saya menjadi penghulu di Lubuk Gaung selama 24 tahun. Selama ini tidak ada tanah atas nama kelompok Sayang. Karena saya tau kelompok mana saja yang memiliki surat blok," ucapnya.

Dia memastikan jika kelompok tersebut bukan orang tempatan di Lubuk Gaung. Sehingga, tidak mungkin mereka memiliki lahan di sini. Sesuai dengan surat blok (tebas tebang) yang dikeluarkan Kecamatan Bukit Kapur, nomor 02/P/LBG/BK/82 ada beberapa kelompok yang mendapatkan surat blok (tebas tebang).

"Yaitu kelompok Bedul, Kliwon, Arifin Basril dan Soeparto. Jadi tidak ada kelompok Sayang di kawasan Lubuk Gaung. Aksi penguasaan lahan secara sepihak (penyerobotan) yang dilakukan kelompok Sayang dan P3KD ini membuat resah warga di Lubuk Gaung," tandasnya.


Informasi Anda Genggam


Loading...