India Menyelamatkan 81 Pengungsi Rohingya Dari Tragedi Kapal Tenggelam, Begini Kondisinya Saat Ditemukan

Devi
Jumat, 26 Februari 2021 | 14:45 WIB
Foto : Liputan6 R24/dev Foto : Liputan6

RIAU24.COM - Penjaga pantai India telah menyelamatkan 81 pengungsi Rohingya dari sebuah kapal yang terapung di Laut Andaman, kata seorang pejabat kementerian luar negeri India. Namun dilansir dari Aljazeera, sebanyak delapan orang tewas dan seorang pengungsi hilang. Pejabat India mengatakan bahwa para penyintas tidak akan diizinkan memasuki wilayah India.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Anurag Srivastava mengatakan tentang penyelamatan pada hari Kamis, 25 Februari 2021. Kapal itu berangkat pada 11 Februari dari Cox's Bazar di Bangladesh, tempat kamp pengungsian telah didirikan untuk lebih dari satu juta Rohingya yang melarikan diri dari tindakan keras militer di negara tetangga Myanmar pada tahun 2017.

Baca juga: Bukan Amerika Serikat, Tapi Negara Ini yang Menjadi Teman Dekat Sekaligus Teman Sejati Israel

Setelah empat hari di laut, mesin kapal mati dan para pengungsi Rohingya kehabisan makanan dan air. Banyak dari mereka yang sakit dan menderita dehidrasi ekstrem saat diselamatkan, kata Srivastava. Dua kapal penjaga pantai India dikirim untuk membantu para pengungsi, 23 di antaranya adalah anak-anak, dan pemerintah India sedang berdiskusi dengan Bangladesh untuk memastikan mereka kembali dengan selamat, katanya.

Pihak berwenang di Bangladesh mengatakan pada hari Senin bahwa mereka tidak mengetahui adanya kapal yang meninggalkan kamp.

Bangladesh telah mencegah sejumlah upaya pengungsi untuk berlayar ke laut dalam beberapa tahun terakhir, karena perdagangan manusia sering kali memikat mereka dengan prospek kehidupan yang lebih baik di Malaysia atau Indonesia.

Baca juga: Tragis, Anak Mirip Tikus Asal Pakistan Ini Dipaksa Mengemis di Jalanan

Badan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa telah memberikan peringatan awal pekan ini atas kapal yang hilang. “Kami memahami bahwa kru penyelundup meninggalkan kapal beberapa hari lalu. Tanpa awak yang memenuhi syarat, ada risiko tinggi yang membahayakan para pengungsi dan lebih banyak kematian, ”kata Catherine Stubberfield, juru bicara biro regional PBB untuk Asia dan Pasifik (UNHCR), Senin. .


Informasi Anda Genggam


Loading...