Satu Tahun Covid-19 di Indonesia, Ternyata Begini Kondisi Kesehatan Pasien Pertama Corona Sekarang

Satria Utama
Senin, 01 Maret 2021 | 06:08 WIB
Tiga penderita covid pertama di Indonesia saat konferensi pers setelah dinyatakan sembuh R24/saut Tiga penderita covid pertama di Indonesia saat konferensi pers setelah dinyatakan sembuh

RIAU24.COM -  JAKARTA - Tak terasa, satu tahun sudah virus Corona terdeteksi di Indonesia. Secara resmi Pemerintah mengumumkan masuknya Covid-19 setelah tiga orang dalam satu keluarga di Depok dinyatakan positif Covid-19.

Ketiganya memang berhasil sembuh dan kembali negatif dan kembali beraktivitas seperti biasa. Namun seperti apa kondisi mereka kini setelah satu tahun menjadi penyintas Covid-19?

Sita Tyasutami yang merupakan pasien  01 mengenang dirinya saat petama kali mulai menjalani perawatan di rumah sakit Depok pada 27 Februari 2020 Kemudian dikirim ke RSPI Suroso 1 Maret dan Kemudian dinyatakan positif 2 Maret meski dia sakit Sejak 16 Februari.

Baca juga: Waduh, Belasan Warga India Yang Eksodus ke Indonesia Ternyata Positif Covid-19

Setelah setahun keluar dari rumah sakit, dia mengaku terjadi evek samping akibat penyakit Covid-19. Dia mengaku pada akhir-akhir ini nafasnya terengah-engah dan kondisi badan lemas.

"Selama sampai bulan Desember itu aku enggak ada kenapa-kenapa, normal saja kesehatanku. Nah, Januari 2021 ini mulai lemas dan sakit sakitan lagi sampe berminggu-minggu," kata Sita seperti dilansir okezone.

Setelah diperiksakan tempat alternative akupuntur. Dokter diakupuntur menyebut darah pasien Covid19 seperti Sinta dan ibunya mengalami pengentalan.

"Memang darah aku mengental banyak dari orang-orang yang kena Covid dan jadi penggumpalan darah dan aku emang ada itu," kata Sita.

Baca juga: Saling Dijodohkan Warganet, Cita Citata Akui Indra Bruggman Kriterianya

Dia mengaku, meski sakit yang diderita pada bulan Januari ini bukan Corona, dia mengaku penyakit yang saat ini diderita merupakan evek dari Corona sehingga tak dapat berbicara banyak.

"Terus kalo ngomong banyak kaya sekarang telponan gitu. Aku juga ngos-gosan jadi stamina ku tidak kaya dulu lagi," jelasnya.

Sita menyebut, meski terjadi perubahan fisik pada dirinya, namum sesuai keterangan dokter karena usia masih muda kondisinya akan membaik jika mengikuti pola hidup yang baik.

"Karena aku masih muda kalo aku jaga kesehatan pola hidup sehat olahraga teratur, lama-lama kembali normal tapi yah

Hal yang sama juga terjadi pada ibunya Maria Darmaningsih yang merupakan pasien Covid 02. Sita menyebut keadaan ibunya sama seperti dirinya. Terjadi pengentalan darah, sering lelah dan bahkan menjadi pelupa.

"Dengar ampera atau antasari itu dia bisa lupa itu di mana? Ternyata menurut research kan memang ada beberapa dampak dari covid itu yaitu yang multy dimmer, pengentalan darah, pergumpalan darah, sama suka lupa gitu emang ada penelitianya," tuturnya.

Beruntung ibunya Sita memiliki gaya hidup yang sehat dan tidak memiliki penyakit bawaan. Lain halnya kondisi kesehayan yang dialami oleh pasien Covid 03 Ratri, Sita menyebut kakanya lebih baik dari dirinya dan ibunya.

"Karena memang kakakku waktu kena covid itu bukan OTG tapi gejala ringan banget suhu tubuh 37 setengah dan enggak ada apa-apanya dibandingin aku," pungkasnya.***


Informasi Anda Genggam


Loading...