Menu

Jangan Sembarangan, Berikut Sopan Santun Bersendawa Dalam Islam

Devi 1 Mar 2021, 10:43
Foto : Mstar
Foto : Mstar

RIAU24.COM -  SENDAWA adalah bunyi yang keluar dari tenggorokan akibat rasa kenyang. Biasanya seseorang bersendawa saat kenyang setelah makan. Beberapa dari kita tahu tata krama bersendawa dan beberapa tidak tahu. Mereka yang mengetahui tata krama bersendawa biasanya tidak bersendawa keras dan akan menutup mulutnya dengan sesuatu atau meluruskan tangan saat bersendawa.

Namun bagi yang belum mengetahui tata krama bersendawa ada pula yang bersendawa dengan suara yang sangat keras dan mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Ada dalam hadits Nabi tentang bersendawa:

Seorang pria bersendawa di sisi Nabi, lalu dia berkata: Tahan sendawa Anda di depan kami. Karena orang paling kenyang di dunia, (khawatir) kelaparan terlama di hari kiamat. [HR Tirmizi 2478]

zxc1

Dilansir dari MStar, Hadits ini hanya mengacu pada bersendawa yang diakibatkan oleh tindakan makan berlebihan. Ini sebenarnya perbuatan yang buruk karena biasanya rasa kenyang yang berlebihan akan menimbulkan tindakan negatif lainnya seperti malas beribadah dan mendorong untuk melakukan maksiat.

Seperti yang dikatakan Lukman kepada putranya: Jika perut kenyang, maka pikiran menjadi kerdil, hikmah terhambat dan anggota badan menjadi malas dalam beribadah. (Tafsir Tahrir Wa Tanwir: Surah Lukman)

Adapun jika seseorang diremehkan karena faktor kesehatan maka tidak termasuk dalam hadits di atas tetapi meskipun begitu mereka tetap perlu mengetahui tata krama. Di antara tata krama yang disebutkan oleh para ulama adalah:

1. Menahan sendawa
Sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas bahwa seseorang harus menahan sendawa agar tidak membuat keributan. Hal ini dikarenakan dengan adanya suara tersebut akan menyebabkan orang di sekitar menjadi tidak nyaman dan akan mengganggu orang lain. Ditambah dengan bau yang tidak sedap. Oleh karena itu, jika seseorang ingin bersendawa maka ia membutuhkan upaya agar tidak keluar.

2. Ucapkan Alhamdulillah saat bersendawa
Bersikap sopan santun ketika mendapat ridho Allah SWT harus mensyukuri nikmatnya. Hal ini berdasarkan hadits Nabi ketika dia menyukai sesuatu maka dia akan berkata: Segala puji bagi Allah yang telah memberikan segala nikmat dengan sempurna. Adapun jika dia tidak menyukai sesuatu maka dia akan berkata: Alhamdulillah untuk segala keadaan. [HR Ibn Majah 3793]

Namun tidak ada satupun dalil yang mengatakan bahwa setelah bersendawa maka ia perlu mengucapkan Alhamdulillah. Ungkapan Alhamdulillah tidak diresepkan pada saat bersendawa tetapi hanya sebagai tanda rasa syukur setelah menikmati makanan. Jadi orang tidak bisa berasumsi bahwa mengucapkan Alhamdulillah setelah bersendawa adalah sunnah Nabi.

zxc2

3. Tutup mulut saat bersendawa dan jangan bersendawa di depan orang
Islam sangat menekankan pada pendidikan budi pekerti di kalangan umat manusia karena dengan itu seorang mukmin akan menjadi manusia yang berakhlak dan berkepribadian tinggi.

Pemahaman budi pekerti yang diterjemahkan melalui akhlak dan tingkah laku inilah yang melahirkan kepribadian yang tinggi karena suatu ilmu yang dipelajari disertai budi pekerti yang baik memiliki keuntungan atas nikmat dan kasih Tuhan. Adapun apabila seseorang tidak dapat menahan diri untuk tidak bersendawa maka diperbolehkan tetapi perlu dibudayakan secara penuh yaitu dengan menempelkan tangan pada mulut agar tidak mengeluarkan suara yang keras dan juga tidak mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Bayangkan jika seseorang bersendawa di depan orang lain sebelum dia makan sesuatu yang bisa mengeluarkan bau busuk seperti petai dan durian. Ini akan mengganggu orang lain dan akan menyakiti mereka.

Lima hal yang jika seseorang melakukan salah satunya maka dia akan mendapat perlindungan dari Allah, yaitu seseorang yang mengunjungi orang sakit, atau keluar menemani jenazah (ke kuburan), keluar berperang di medan jihad, pergi kepada seorang pemimpin dengan maksud untuk menghormati memuliakan dia, atau seseorang yang duduk di rumahnya maka manusia aman dari dia (kejahatan lidah dan tangan) dan dia juga aman dari (kejahatan lidah dan tangan) manusia. [HR Tabrani 55]

Ada juga sebagian dari kita yang sengaja membuat lelucon untuk bersendawa. Sebagai seorang Muslim, semua tindakan dan perilaku kita juga harus memperhatikan pesan Nabi: Jika Anda tidak memiliki rasa malu, lakukan apa pun yang Anda inginkan. [Sejarah Bukhari].

Sifat malu karena melakukan sesuatu yang bertentangan dengan tata krama, etika dan keharmonisan masyarakat merupakan sifat yang sangat terpuji. Sifat malu inilah yang akan menjadi benteng masyarakat dari terjebak dalam krisis moral, keruntuhan moral dan kebobrokan sosial. Sebagai individu yang baik, kita perlu berusaha untuk menjaga tata krama yang telah diajarkan dalam Islam karena Islam adalah agama yang komprehensif yang berusaha untuk menjaga kerukunan umatnya.