Sedikitnya 20 Orang Tewas Akibat Ledakan Bom Bunuh Diri di Somalia

Devi
Sabtu, 06 Maret 2021 | 08:40 WIB
Foto : AfricanNews R24/dev Foto : AfricanNews

RIAU24.COM - Sedikitnya 20 orang tewas dan 30 lainnya luka-luka akibat bom mobil bunuh diri di luar sebuah restoran dekat pelabuhan di ibu kota Somalia, Mogadishu, Jumat malam. Ledakan itu mengirimkan asap ke langit dan memicu tembakan, saksi mata dan media milik negara melaporkan.

“Sejauh ini kami telah membawa 20 orang tewas dan 30 luka-luka dari lokasi ledakan,” kata Dr Abdulkadir Aden, pendiri layanan Ambulans AAMIN, seperti dilansir dari kantor berita Reuters. Ledakan itu terjadi di restoran Luul Yaman dekat pelabuhan, kata saksi mata.

Baca juga: Negara Ini Pilih Tak Perpanjang Masa Darurat Meskipun Covid-19 Kian Mengkhawatirkan

“Sebuah mobil yang melaju kencang meledak di restoran Luul Yaman. Saya pergi ke restoran tapi lari kembali ketika ledakan mengguncang dan menutupi daerah itu dengan asap, ”kata seorang warga, Ahmed Abdullahi.

Juru bicara polisi Sadiq Ali Adan menuding serangan itu dilakukan oleh kelompok bersenjata al-Shabab, yang terkait dengan al-Qaeda dan sering menargetkan Mogadishu dengan pemboman. Restoran Luul Yemani juga diserang tahun lalu.

Setidaknya satu bangunan di dekat restoran itu runtuh setelah ledakan dan orang-orang dikhawatirkan terjebak di reruntuhan. Pengeboman terjadi pada waktu makan malam ketika restoran sudah penuh.

Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu. “Ledakan itu sangat berat dan menimbulkan kerusakan besar-besaran serta korban sipil. Operasi masih berlangsung untuk mengetahui jumlah pasti korban, ”kata petugas keamanan Mohamed Osman.

Baca juga: Taliban Kian Ganas, Pakistan Ambil Sikap Kerahkan Militer Jaga Perbatasan

Al-Shabab sering melakukan pemboman semacam itu di Somalia dan di tempat lain sebagai bagian dari kampanyenya untuk menggulingkan pemerintah pusat negara Tanduk Afrika dan menetapkan aturannya sendiri berdasarkan interpretasi yang ketat terhadap hukum Islam.

Keamanan di Mogadishu sangat ketat dengan ribuan pasukan pemerintah dikerahkan untuk mengantisipasi demonstrasi yang direncanakan pada hari Sabtu oleh aliansi pemimpin oposisi atas pemilihan nasional negara yang tertunda. Demonstrasi kemudian ditunda.


Informasi Anda Genggam


Loading...