Menu

SKK Migas-Chevron Dukung Pemberdayaan Kelompok Tani Hutan di Riau

Satria Utama 12 Mar 2021, 14:00
Gubernur Riau Drs. H. Syamsuar M.Si, Kepala DLHK Riau Mahmud Murod melihat produk KTH
Gubernur Riau Drs. H. Syamsuar M.Si, Kepala DLHK Riau Mahmud Murod melihat produk KTH

RIAU24.COM -  PEKANBARU - Untuk membantu Kelompok Tani Hutan (KTH) memasarkan produk hasil hutan, SKK Migas – PT Chevron Pacific Indonesia bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Riau dan Jaringan Masyarakat Gambut Riau (JMGR) menyiapkan 1.000 UMKM agar dapat memasarkan produk KTH yang berada di kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Riau.

Peluncuran program diadakan Rabu, (10/3/2021) di kantor Gubernur Riau dihadiri oleh Gubernur Riau Drs. H. Syamsuar M.Si, Kepala DLHK Riau Mahmud Murod, pjs Kepala SKK Migas Sumbagut yang diwakili oleh Spesialis Dukungan Bisnis SKK Migas Arilda Septania Wisudawati, dan GM Corporate Affairs Asset PT CPI Sukamto Tamrin.

 “Dukungan SKK Migas dan PT CPI akan semakin menjadikan kegiatan ini memberi manfaat yang signifikan bagi perekonomian masyarakat di lahan gambut, dan tentu juga pada pengelolaan ekosistem gambut secara berkelanjutan,” ujar Syamsuar.

Melalui program yang didanai melalui skema cost recovery SKK Migas dan PT CPI ini, fokus dari kerjasama dengan JMGR bertujuan untuk membantu para pemangku kepentingan terkait khususnya UPT KPH dan DLHK Provinsi Riau untuk mengidentifikasi kebutuhan biaya pembentukan dan pendampingan KPH, pematokan tapal batas, pengembangan kapasitas organisasi, serta pengelolaan usaha dan kawasan. 

Selain itu, juga akan dilakukan identifikasi kebutuhan UMKM pada saat  berinteraksi bisnis dengan Kelompok Tani Hutan yang berada di KPH. Pelaku UMKM juga akan dibantu menyusun rencana usaha dalam rantai bisnisnya yang meliputi; bidang pemasaran, distribusi dan ritel, reproduksi, produksi dan jasa. 

General Manager Corporate Affairs PT CPI Sukamto Tamrin mengatakan bidang lingkungan merupakan salah satu fokus utama program investasi sosial. Beberapa program investasi sosial di bidang lingkungan yang telah dimulai pelaksanaannya tahun ini diantaranya dukungan terhadap program Desa Peduli Gambut di 21 desa/kelurahan di wilayah operasi bekerjasama dengan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove.

Halaman: 12Lihat Semua