Said Didu Sentil Moeldoko dan Prabowo : Jika Berkenan, Mohon Bantu Petani Yang Saat Ini Sedang Kesulitan Pupuk Subsidi

Rizka
Jumat, 12 Maret 2021 | 14:47 WIB
google R24/riz google

RIAU24.COM -  Muhammad Said Didu atau yang lebih dikenal dengan Said Didu, memberikan sindiran kepada Moeldoko dan Prabowo Subianto.

Sindiran Said Didu tersebut berkaitan dengan sikap Moeldoko dan Prabowo yang dinilainya diam saja terhadap nasib petani.

Said Didu melontarkan sindirannya tersebut melalui cuitan akun Twitter pribadinya @msaid_didu, Kamis (11/3).

Baca juga: Viral Video Panglima TNI Jenderal Wiranto Tak Ikut Campur Rivalitas Pilpres 1999, Netizen Salah Fokus ke SBY

“Jendral (purn) @Dr_Moeldoko, Letjen (purn) @prabowo yth, sbg pimpinan HKTI, jika berkenan dan masih memihak petani yg saat ini sedang kesulitan pupuk subsidi, harga padi anjlok dan saat yg sama impor beras dibuka. Smg Bpk berkenan, mau, dan berani bela petani,” tulis Said Didu.

Bahkan Said Didu mengungkapkan bahwa Moeldoko dan Prabowo hanya diam saat petani kesulitan seperti saat ini.

“Jendral (purn) @Dr_Moeldoko dan Letjen (purn) @prabowo setahu saya sama2 mengaku pimpinan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) tapi diam saat petani kesulitan seperti saat ini. Juga diam saat impor yg memukul produk petani dibuka. Berhentilah “menjual” nama petani,” tulisnya tegas.

Baca juga: Ayah Rozak Sebut Ayu Ting Ting Orang Kaya Mampu Beli Apa Saja, Wendi Cagur: MasyaAllah, Anaknya Dieksploitasi

Seperti diketahui Moeldoko adalah Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) tahun 2015 s.d. 2020. Dan Prabowo merupakan Ketua Umum HKTI pada tahun 2004 s.d. 2009.

HKTI didirikan bertujuan meningkatkan pendapatan, kesejahteraan, harkat dan martabat insan tani, penduduk pedesaan dan pelaku agribisnis lainnya, melalui pemberdayaan rukun tani komoditas usaha tani dan percepatan pembangunan pertanian serta menjadikan sektor pertanian sebagai basis pembangunan nasional dalam rangka mewujudkan tujuan nasional sebagaimana termaktub dalam Pembukaan Undang Undang Dasar 1945.


Informasi Anda Genggam


Loading...