Menu

Ajaib, Pria Ini Menjadi Orang Kedua di Dunia yang Berhasil Disembuhkan Dari HIV, Begini Cara Pengobatannya ...

Devi 15 Mar 2021, 11:50
Foto : Science
Foto : Science

RIAU24.COM -  Adam Castillejo berhasil sembuh dari virus HIV, padahal sudah 30 bulan menghentikan terapi anti-retroviral

Perawatan sel punca telah berhasil menyembuhkan pria berusia 40 tahun dari Inggris dari penyakit HIV AIDS, menjadikannya orang kedua yang pernah disembuhkan dari virus tersebut.

Seperti dilansir dari Independent, organisasi berita yang berbasis di Inggris, Adam Castillejo dikenal dalam komunitas medis sebagai 'pasien London' yang menjalani transplantasi sel induk dari donor yang memiliki gen tidak umum yang memberikan perlindungan terhadap HIV.

Castillejo sekarang tidak memiliki viral load HIV aktif yang terdeteksi dalam darah, air mani, atau jaringannya. Dia telah dinyatakan bebas dari virus lebih dari setahun yang lalu.

Berbicara tentang pengalamannya dengan perawatan tersebut, Castillejo berkomentar, “Ini adalah hal yang unik. Saya ingin kisah ini menjadi harapan kesembuhan bagi banyak orang. "

Diketahui Adam menjalani perawatan yang sama seperti yang dialami Timothy Brown, orang pertama yang sembuh dari HIV pada tahun 2011.

Timothy Brown, atau yang hanya dikenal sebagai 'pasien Berlin' kemudian ditemukan bebas dari virus bahkan setelah tiga setengah tahun setelah perawatan.

Namun, baik Brwon dan Castillejo menjalani transplantasi sel induk berisiko tinggi yang pada awalnya tidak dimaksudkan untuk menyembuhkan pasien HIV, tetapi untuk mengobati kanker. Berdasarkan studi kasus keduanya, para ilmuwan telah menemukan bahwa transplantasi sel punca mampu menghentikan kemampuan virus HIV untuk menggandakan dirinya di dalam tubuh.

Ini dilakukan dengan mengganti sel kekebalan pasien sendiri dengan yang mereka terima dari donor.

Faktanya, tes yang dilakukan pada Castillejo menemukan bahwa 99% sel kekebalannya telah digantikan oleh sel donor. Keberhasilan pengobatan Castillejo juga menegaskan bahwa transplantasi sel induk sebagai obat HIV yang dilakukan pada Timothy Brown dapat direplikasi. Namun demikian, para peneliti hanya akan menyarankan menjalani pengobatan ini sebagai upaya terakhir dan hanya untuk pasien HIV yang memiliki penyakit ganas heamatoligcal yang mengancam jiwa.

Selain itu, meskipun virus telah menghilang dari kedua pasien dalam jangka waktu yang lama, belum ada kepastian yang pasti bahwa virus tidak akan kembali.

Ini karena keduanya masih memiliki sisa-sisa virus di dalam tubuhnya.