Menu

Disebut-sebut Sebabkan Pembekuan Darah, Indonesia Akhirnya Tunda Penyuntikan Vaksin Astrazeneca

Satria Utama 16 Mar 2021, 06:17
Ilustrasi
Ilustrasi

RIAU24.COM -  JAKARTA - Isu efek samping berupa penggumpalan darah akibat penggunaan vaksi Astrazeneca membuat sejumlah negara Eropa menunda distribusi vaksin tersebut kepada warganya. Hal ini juga membuat ragu pemerintan Indonesia yang semula tetap ingin melanjutkan distribusi vaksin ini di tanah air.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pun akhirnya memutuskan menunda distribusi vaksin Astrazeneca yang tiba pada Senin (8/3) tersebut. Menurutnya, vaksin itu baru akan digunakan setelah ada kepastian dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sampai saat ini, Budi menyebut, Kemenkes menerima informasi bahwa WHO masih melakukan penelitian atas isu tersebut.

"Untuk konservatismenya, BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) menunda dulu implementasi Astrazeneca sambil menunggu konfirmasi dari WHO. Mudah-mudahan dalam waktu singkat dapat keluar (hasil penelitian)," kata Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Senin  (15/3).

Meski demikian, Budi menyatakan, badan pengawas obat di Inggris, yaitu Medicines and Healthcare products Regulatory Agency (MHRA), dan badan obat Eropa, European Medical Authority (EMA), hingga kini belum mengonfirmasi apakah pembekuan darah terjadi akibat vaksin.

"Berita yang saya dapat BPOM-nya London bilang kejadian itu bukan karena vaksin, melainkan memang yang bersangkutan mengalami kejadian itu sendiri di luar masalah vaksinasi," ujarnya.

Budi mengungkapkan hal yang juga perlu diperhatikan terkait vaksin Astrazeneca adalah adanya masa kedaluwarsa. Sebanyak 1,1 juta dosis vaksin yang telah didatangkan bakal kedaluwarsa pada Mei mendatang. Sedangkan, jarak penyuntikan antara penyuntikan yang satu dengan penyuntikan kedua membutuhkan waktu 9-12 pekan.

Halaman: 12Lihat Semua