Tak Setuju Menkeu Sri Mulyani Suruh Ngutang ke Bank, Said Didu: Dulu Anak-Anak Dihimbau Nabung, Sekarang Dihimbau Ngutang

Amerita
Jumat, 26 Maret 2021 | 10:51 WIB
google R24/ame google

RIAU24.COM -  Eks Sekretaris Menteri BUMN Muhammad Said Didu menanggapi saran Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk mendorong masyarakat agar lebih berani meminjam uang ke perbankan (kredit) guna memulihkan ekonomi nasional dengan mendongkrak berbagai stimulus perpajajakan.

“Ibu Menkeu yth, menghimbau rakyat agar menambah utang ke Bank di tengah-tengah kesulitan ekonomi yang dihadapi oleh rakyat, itu sama dengan menyuruh petani menanam padi di padang pasir. Dulu himbauan ke anak-anak agar rajin menabung, sekarang himbauannya agar rajin ngutang” ujar Said Didu melalui Twitter pribadinya, Jumat (26/3).

Baca juga: Selain Langgar Konstitusi, Qodari yang Dorong Jokowi 3 Periode Bisa Dianggap Makar, Ini Kata Pengamat


Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa untuk mendorong perekonomian nasional tidak bisa hanya mengandalkan APBN, tetapi dibutuhkan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan.

“Tentu dengan itu (penyaluran kredit) bisa menggerakan ekonomi. Sekarang ini APBN menjadi pendorong ekonomi yang (lebih) dominan,” ucap Sri Mulyani dalam acara Temu Stakeholder untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional di Semarang pada Kamis (25/3/2021), dilansir dari beritasatu.com.

Baca juga: Ucapan Natalius Pigai di Hari Ulang Tahun Jokowi: Dukung Prabowo 2024


Tak setuju, Said Didu bahkan singgung soal pemindahan ibu kota. Menurutnya, di tengah kesulitan perekonomian yang dihadapi rakyat, memindahkan ibu kota bukanlah keputusan yang bijak.

“Di tengah kesulitan keuangan tapi ngotot akan pindah ibu kota, maka kemungkinan yang terjadi adalah kita kehilangan asset ibu kota negara yang lama (Jakarta) karena dijual dan menjadi penyewa asset di ibu kota baru yang dimiliki oleh pihak lain karena swasta yang akan membangun,” pungkasnya.

 


Informasi Anda Genggam


Loading...