2 Remaja WNI Jadi Korban Kekerasan Fisik dan Verbal di Amerika Serikat

Rizka
Sabtu, 27 Maret 2021 | 14:35 WIB
google R24/riz google

RIAU24.COM -  Dua remaja Warga Negara Indonesia (WNI) di Amerika Serikat (AS) mengaku diserang baik secara verbal maupun secara fisik.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengungkap kronologi serangan terhadap dua orang remaja WNI di Amerika Serikat AS. Keduanya diduga diserang sekelompok remaja saat berada di stasiun kereta.

“Penyerangan dilakukan oleh sekelompok remaja putri warga African American saat kedua korban tengah menunggu kereta di stasiun City Hall Philadelphia,” kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu RI Judha Nugraha dilansir dalam detiknews, Sabtu (27/3).

Baca juga: Presiden Israel dan Erdogan Minum Kopi: Untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Kedua remaja tersebut mengatakan kepada NBC bahwa saat menunggu kereta, tiba-tiba sekelompok remaja datang dengan mengucapkan kata kasar dan menampar wajah mereka.

Mereka mengatakan mendadak ada empat anak perempuan yang melakukan bullying ke keduanya. Sepotong peristiwa itu sempat direkam dengan ponsel.

Salah satu remaja yang jadi korban tersebut meyakini bahwa serangan tersebut bermotif raisal.

Itu karena, saat serang tersebut berlangsung, ada sekitar 15 sampai 20 orang di stasiun itu. Namun, hanya mereka yang diserang.

Kedua korban tidak mengalami luka fisik. Meski demikian, keduanya disebut mengalami syok.

Di sisi lain, KJRI New York telah menyampaikan keprihatinannya kepada pemerintah Philadelphia atas serangan terhadap dua WNI tersebut.

Baca juga: Bebatuan Besar Jatuh Hantam Jembatan, 9 Turis Tewas di India

Seluruh perwakilan RI di AS secara terus menerus mengeluarkan imbauan kepada seluruh WNI untuk waspada dan hati-hati.

Jika mengalami insiden semacam itu, Kementerian Luar Negeri meminta WNI untuk segera melapor ke kantor kepolisian terdekat atau menghubungi perwakilan RI terdekat.


Informasi Anda Genggam


Loading...