Menu

Diduga Adanya Pemerasan Mengaku Oknum Wartawan ke Sekolah, Berikut Keterangan Ketua PGRI

Dahari 28 Mar 2021, 18:44
Masyuri Ketua PGRI Kecamatan Bukit Batu-Siak Kecil
Masyuri Ketua PGRI Kecamatan Bukit Batu-Siak Kecil

RIAU24.COM - BENGKALIS - Diduga adanya pemerasan terhadap guru atau kepala sekolah di Kecamatan Siak Kecil dan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis oleh diduga oknum yang mengaku wartawan, pada Jumat 26 Maret 2021 kemarin.

Hal tersebut tentunya membuat berang sejumlah wartawan yang bertugas di Kabupaten Bengkalis. Dari informasi yang didapat bahwa, diduga Okum yang mengaku wartawan itu dengan menggunakan pakaian seperti militer dan berlambang salah dari instansi penegak hukum.

"Kalau memang ada Kepsek merasa diperas oleh oknum yang mengaku wartawan agar segera melaporkan ke pihak Kepolisian. Karena saat ini wartawan sudah dididik secara profesional dan berpegang pada kode etik sesuai aturan yang berlaku saat ini,"kesal Ketua PWI Kabupaten Bengkalis, Alfisnardo.

Sementara itu, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Dinas Pendidikan Bengkalis Kecamatan Bukit Batu-Siak Kecil Masyuri menceritakan bahwa, mereka itu datang kesekolah ada tiga orang dengan menggunakan sebuah mobil.

"Ada yang berpakaian dinas seperti tentara, ada juga yang berlambang polisi dari tiga orang itu, satu diantaranya seorang perempuan,"ungkap Masyuri, Minggu 28 Maret 2021.

Diutarakan Masyuri, saat mereka mendatangi kesekolah sekolah, mereka juga membentak bentak guru hingga sampai merampas handphone guru.

"Bukan itu saja, mereka juga menghentak hentak meja. Mereka mengaku katanya dari wartawan, tapi kalau dari pakaiannya ada juga seperti LSM,"ceritanya lagi.

Kemarin mereka red, lanjut Masyuri, mendatangi sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek) dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga SMA di Kecamatan Siak Kecil dan Kec. Bukit batu Kabupaten Bengkalis dan mereka juga meminta sejumlah uang dengan dalih bantuan tertentu.

Oknum wartawan itu juga mencak-mencak dan meminta kepada guru untuk menyerahkan data Rencana Kegiatan Sekolah (RKS) karena saat itu ada pembangunan di sekolah tersebut.

"Selain itu, dari beberapa laporan yang saya diterima dari, Kepala SD 03 Desa Tanjung Belit yang juga menjadi korban pemerasan, bahkan oknum wartawan tersebut sempat memukul meja dan mengambil handpone salah seorang guru dan langsung mengecek isinya," pungkasnya.