Tak Diakui Pemerintah, Begini Saran Tengku Zulkarnain Kepada Moeldoko: Agar Terlihat Lebih Jantan

Satria Utama
Jumat, 02 April 2021 | 08:42 WIB
Tengku Zulkarnain R24/saut Tengku Zulkarnain

RIAU24.COM -  JAKARTA - Kementerian Hukum dan HAM telah menolak permohonan pengesahan kepengurusan Partai Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Sumatera utara yang dipimpin Moeldoko .

Pasca keputusan tersebut, banyak pihak memberikan pandangannya agar Moeldoko membentuk partai politik baru. Salah satunya dari Tengku Zulkarnain, mantan Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Baca juga: Partai Golkar Kecam Keras Serangan Israel ke Palestina

Menurut dia, membuat bentuk baru akan membuat Moeldoko dkk terlihat jantan. Bahkan, mungkin saja partai yang dibentuk akan lebih besar dari Partai Demokrat.

"KLB Demokrat resmi ditolak Kemenhumkam...Buat Partai Baru saja. Biar kelihatan jantan. Siapa tahu bisa lebih besar dari aslinya...Kata Orang Jawa Soponyono...Mbok Menowo..." kata Tengku Zukarnain seperti dikutip Sindonews dari lini masa akun Twitternya, @tengkuzulkarnain, Kamis 1 April 2021.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menyarankan Moeldoko meniru Amien Rais yang berani membuat partai baru, yakni Partai Ummat, setelah keluar dari PAN.

"Bagusnya buat partai baru. Atau Moeldoko Cs menyebar masuk partai-partai lain selain Demokrat," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin kepada SINDOnews, Kamis 1 April 2021.B

Baca juga: Bukan Karena Prestasi, Ini Faktor yang Membuat Elektabilitas Prabowo Masih Tinggi

Sejauh ini kubu Moeldoko masih terus melakukan perlawanan dengan akan menggugat AD/ART Partai Demokrat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Hal ini disampaikan salah satu penggagas KLB, Max Sopacua.

"Dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Kami akan berjuang ke titik darah penghabisan untuk dapat otoritas pemilik Demokrat ini. Kami tidak rela, biarpun sekarang dinyatakan kalah," ujarnya.***


Informasi Anda Genggam


Loading...