Menu

Myanmar Makin Mencekam, Belasan Demonstran Kembali Ditembak Mati, Pabrik Milik China Terus Dibakar

Satria Utama 8 Apr 2021, 06:21
Kebakaran terjadi di JOC Galaxy (Myanmar) Apparel Co, di kota Hlaing Thar Yar, Yangon, Myanmar, 7 April 2021. Foto/REUTERS
Kebakaran terjadi di JOC Galaxy (Myanmar) Apparel Co, di kota Hlaing Thar Yar, Yangon, Myanmar, 7 April 2021. Foto/REUTERS

RIAU24.COM -  YANGON - Suasana di Myanmar semakin hari semakin panas dan jauh dari perdamaian. Sikap keras sama-sama dilakukan kedua belah pihak yang bertikai. Korban jiwa pun terus berjatuhan.

Pada Rabu (7/4), pasukan Myanmar menembaki pengunjuk rasa anti-kudeta  menewaskan 13 orang dan melukai beberapa lainnya. Bersamaan dengan itu, serangkaian ledakan kecil menghantam ibu kota komersial Yangon dan satu pabrik milik China dibakar.

Lebih dari 580 orang telah tewas, menurut kelompok aktivis, dalam kekacauan di Myanmar sejak kudeta 1 Februari yang mengakhiri pemerintahan sipil.

Protes dan pemogokan nasional terus berlanjut sejak kudeta, meskipun militer menggunakan kekuatan mematikan untuk memadamkan oposisi.

“Pasukan keamanan melepaskan tembakan pada Rabu terhadap pengunjuk rasa di kota barat laut Kale ketika mereka menuntut pemulihan pemerintah sipil Aung San Suu Kyi,” ungkap laporan media domestik seperti dikutip Sindonews dari reuters.

Seorang penduduk daerah itu dan outlet berita Myanmar Now mengatakan 11 orang tewas dan beberapa orang lainnya luka-luka. “Dua pengunjuk rasa tewas di kota Bago dekat Yangon,” papar laporan Myanmar Now.

Halaman: 12Lihat Semua