Terkuak, Ahok Akhirnya Buka-bukaan Soal Rencana Penghapusan Premium, Kapan Diterapkan?

Siswandi
Kamis, 08 April 2021 | 16:30 WIB
Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Foto: int  R24/wan Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Foto: int

RIAU24.COM -  Langkanya bahan bakar minyak jenis premium sejak beberapa hari belakangan ini, tidak hanya terjadi di Kota Pekanbaru, Riau. Kondisi serupa juga terjadi di banyak kawasan di Tanah Air. Ternyata, hal itu masih berkiatan dengan rencana pemerintah menghapus jenis BBM yang satu ini. 

Hal itu diungkapkan Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok. Hal itu dilontarkannya saat bertemu Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka pada Rabu malam kemarin. 

Dalam pertemuan itu, Ahok sempat membahas mengenai komsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium.

Menurutnya, saat berbincang dengan Gibran, Ahok pun menceritakan pernah menghapus premium di Jakarta ketika masih menjabat gubernur. Langkah itu ditempuh mengingat kualitas BBM jenis premium ditegaskannya kurang baik.

Baca juga: Triawan Munaf Mengkhawatirkan Kerumunan Massa di Pusat Perbelanjaan, Berharap Tidak Ada Covidiots

"Dulu di DKI sudah saya hapus, tetapi memang di beberapa daerah masih membutuhkan. Makanya kita lagi bikin program langit biru untuk mengajak masyarakat, mendidik supaya meninggalkan premium karena secara kualitas kan kurang baik," kata Ahok di Solo, Jawa Tengah, Rabu 7 April 2021, yang dilansir viva, Kamis 8 April 2021.

Sementara itu, mengenai penghapusan atau peralihan premium ke pertalite, Ahok mengatakan Pertamina saat ini terus melakukan sosialisasi. Sebab, selain kualitas pertalite yang lebih baik, banyak kendaraan saat ini dirancang bukan untuk premium saat ini.

Namun demikian, Ahok tak menampik, rakyat masih membutuhkan premium. 

"Tetapi secara kebutuhan ekonomi memang rakyat masih membutuhkan premium, makanya ini bertahap. 

Disinggung mengenai sampai kapan premium akan dijual, Ahok mengatakan Pertamina mengikuti arahan dari kementerian. 

"Saya enggak tahu, itu menteri (ESDM). Kalau kita cuma menjalankan saja," katanya.

Baca juga: Ketika Aksi Memasung Para Penyandang Cacat Meningkat Di Tengah Pandemi

Seperti diketahui, sejumlah SPBU di Kota Pekanbaru juga sudah tidak menjual premium sejak beberapa hari belakangan ini. Sebagai gantinya, PT Pertamina (Persero) Regional Sumatera bagian Utara (Sumbagut) menghadirkan Program Langit Biru (PLB), dengan tujuan menjaga dan melestarikan lingkungan. 

Dalam hal ini, Pertamina menawarkan BBM Pertalite seharga Premium di 21 SPBU di Kota Bertuah. 

Terkait hal ini, Manager Communication Relation & CSR Pertamina Regional Sumbagut Taufikurachman mengatakan pihaknya terus mendukung upaya pemerintah menciptakan udara yang bersih dan sehat dengan mendorong penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berkualitas dan ramah lingkungan. 

Program ini menawarkan harga Pertalite setara dengan harga Premium yakni Rp6.450 per liter yang direncanakan akan berjalan hingga enam bulan ke depan. 

Namun program ini hanya berlaku untuk kendaraan roda dua, roda tiga, angkutan umum (angkot) dan taksi plat kuning. ***


Informasi Anda Genggam


Loading...