Menu

Disebut Diktator Oleh Perdana Menteri Italia, Presiden Turki Erdogan Murka, Rencana Pembelian Helikopter Dibatalkan

Satria Utama 12 Apr 2021, 09:34
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan/Net
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan/Net

RIAU24.COM Perdana Menteri Italia, Mario Draghi mengkritik Erdogan atas perilakunya yang tidak pantas ketika dua petinggi Uni Eropa berkunjung ke Ankara. Saat itu Erdogan tidak menyediakan kursi setara bagi Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen yang merupakan seorang perempuan. Draghi pun menyebut Erdogan sebagai seorang diktator.

Pernyataan Draghi ini ternyata berbuntut panjang. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan murka dengan pernyataan Draghi tersebut. Erdogan langsung ancam membekukan kesepakatan pembelian helikopter senilai 70 juta euro oleh Ankara.

Surat kabar La Repubblica pada Minggu (11/4) melaporkan, pemerintah Turki menuntut permintaan maaf resmi dari pemerintah Italia atas pernyataan Draghi yang menyebut Erdogan seorang diktator.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengecam pernyataan Draghi sebagai retorika populis yang tidak dapat diterima.

Duta Besar Italia untuk Ankara kemudian dipanggil ke Kementerian Luar Negeri Turki terkait situasi tersebut.

Setelah itu, dikutip dari Sputnik, pihak berwenang Turki telah mulai mengirimkan "sinyal ancaman" karena tidak ada reaksi dari Roma.

Salah satu ancaman itu adalah membekukan kesepakatan pembelian helikopter latih dari Italia yang dijadwalkan untuk ditandatangani dalam beberapa hari mendatang.

Selain itu, setidaknya tiga perusahaan Italia yang beroperasi di Turki juga telah mendapat pemberitahuan dari pemerintah Turki, termasuk perusahaan energi Ansaldo Energia yang membangun pembangkit listrik di Turki.***