Jika Konflik Terus Dibiarkan, Myanmar akan Hancur Seperti Negara Timur Tengah Ini

Satria Utama
Selasa, 13 April 2021 | 21:13 WIB
Korban keganasan militer Myanmar R24/saut Korban keganasan militer Myanmar

RIAU24.COM -  Konflik antara penguasa militer dengan masyarakat sipil di Myanmar semakin mengkhawatirkan. Jika kondisi ini terus dibiarkan berlangsung, Perserikatan Bangsa Bangsa memprediksi Myanmar akan berakhir seperti Suriah.

Khawatir dengan kondisi itu, Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB, Michelle Bachelet pada Selasa (13/4) mendesak negara-negara untuk mengambil tindakan tegas atas kekerasan yang dilakukan oleh junta militer Myanmar.

Baca juga: Diperkosa dan Dihamili Ayah Tirinya, Wanita Ini Kemudian Dijadikan Pelacur

"Saya khawatir situasi di Myanmar sedang menuju  konflik besar-besaran. Negara tidak boleh membiarkan kesalahan mematikan di masa lalu di Suriah dan di tempat lain terulang kembali," ujar Bachelet, seperti dikutip Channel News Asia.

Bachelet mengatakan, militer tampaknya bermaksud untuk meningkatkan kebijakan kekerasannya terhadap rakyat Myanmar, menggunakan persenjataan kelas militer dan tanpa pandang bulu.

Seperti halnya di Suriah pada 2011, ketika itu aksi protes warga sipil memicu terjadinya perang saudara hingga hampir 400 ribu orang meninggal dunia dan enam juta lainnya mengungsi.

"Represi negara yang brutal dan terus-menerus terhadap rakyatnya sendiri menyebabkan beberapa individu mengangkat senjata, diikuti oleh spiral kekerasan yang menurun dan meluas dengan cepat di seluruh negeri," lanjut dia.

Baca juga: Gegara Boneka Seks Mengambang, Petugas Penyelamatan Negara Ini Dibikin Sibuk dan Berkeringat

Myanmar berada dalam kekacauan sejak militer menggulingkan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi pada 1 Februari.

Jumlah korban tewas akibat kekerasan aparat keamanan di Myanmar sudah melebih 700 orang. Seperti dilaporkan AFP, Minggu (11/4/2021) Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik telah memverifikasi 701 kematian warga sipil sejak kudeta tersebut.***

 


Informasi Anda Genggam


Loading...