Wanita Berambut Pirang Kemerahan Toleransi Rasa Sakit Lebih Baik

Amerita
Rabu, 14 April 2021 | 13:11 WIB
google ilustrasi R24/ame google ilustrasi

RIAU24.COM -  Melansir dari Fox News, para peneliti AS menemukan bahwa gadis berambut merah memiliki toleransi rasa sakit yang tinggi secara alami karena mekanisme yang meningkatkan kerentanan mereka terhadap sengatan matahari.

"Temuan ini menjelaskan dasar mekanistik di balik bukti sebelumnya yang menunjukkan ambang nyeri yang bervariasi dalam latar belakang pigmentasi yang berbeda," kata Dr. David Fisher dari Rumah Sakit Umum Massachusetts di Massachusetts.

Baca juga: Kembung Serta Perubahan Suasana Hati, Inilah 2 Tanda Peringatan yang Harus Diwaspadai Jika Ingin Usus Anda Tetap Sehat


Penelitian menemukan bahwa sel-sel yang menentukan warna kulit atau disebut melanosit - berperan besar dalam menentukan bagaimana seseorang mengalami rasa sakit.

Karena orang-orang berambut merah memiliki melanosit yang rusak, mereka tidak dapat memproses cukup pigmen gelap untuk menjadi cokelat, yang memiliki efek tambahan untuk meningkatkan ambang rasa sakit mereka.

Mereka yang berambut merah memiliki reseptor melanosit yang disebut melanocortin 1, yang kegunaan utamanya adalah menentukan kapan tubuh menghasilkan warna coklat dan hitam.

Baca juga: Bahayanya Tak Main-Main, Jangan Mandi Setelah Melakukan 4 Kegiatan Ini


Namun, pada gadis berambut merah, reseptor tidak berfungsi, yang membuat kulit pucat mereka hampir tidak bisa berwarna perunggu serta lebih rentan terhadap sengatan matahari.

Akibatnya, gadis berambut merah memiliki toleransi rasa sakit yang lebih tinggi daripada saudara mereka yang berambut pirang dan berambut cokelat.


Informasi Anda Genggam


Loading...