Jepang Buang Limbah Nuklir Sembarangan, China Ngamuk

Amerita
Rabu, 14 April 2021 | 14:37 WIB
google R24/ame google

RIAU24.COM -  China mengecam Jepang atas keputusannya untuk melepaskan air radioaktif ke laut, dan menuduh Tokyo membuat keputusan sepihak yang dapat membahayakan kesehatan.

Kementerian luar negeri China mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Jepang bertindak tanpa mempedulikan tetangga, Selasa (13/4).

Baca juga: Masih Kalang Kabut Hadapi Covid-19, Negara Asia Ini Malah Diteror virus Lain, Presiden Nyatakan Status Bencana Nasional


"Jepang secara sepihak memutuskan untuk melepaskan air limbah nuklir Fukushima ke laut tanpa berkonsultasi sepenuhnya dengan negara-negara tetangga dan komunitas internasional," kata juru bicara China Zhao Lijian dalam sebuah pernyataan.

"Ini sangat tidak bertanggung jawab dan akan sangat mempengaruhi kesehatan manusia dan kepentingan langsung orang-orang di negara tetangga," imbuhnya.

Beijing juga mengatakan karbon-14, isotop radioaktif dalam air limbah, dapat tetap "berbahaya selama ribuan tahun dengan potensi menyebabkan kerusakan genetik," mengutip sebuah studi dari LSM lingkungan Greenpeace.

Baca juga: Viral di TikTok Wanita yang Mengaku Diculik Bertahun-tahun lalu, Polisi Selidiki Kemungkinan Dirinya adalah Gadis yang Hilang 18 Tahun Silam


Penentangan China datang pada hari yang sama ketika Badan Energi Atom Internasional mengatakan pihaknya terus mendukung keputusan pemerintah Jepang.

Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi mengatakan metode pembuangan air Tokyo layak secara teknis dan sejalan dengan praktik internasional.

Senin malam (12/4), Departemen Luar Negeri AS mengatakan Jepang telah transparan tentang keputusannya. 

"Tokyo tampaknya telah mengadopsi pendekatan sesuai dengan standar keselamatan nuklir yang diterima secara global," menurut Departemen Luar Negeri.

Keputusan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga untuk melepaskan lebih dari 1,23 juta ton air radioaktif yang disimpan dalam tangki sepenuhnya mengabaikan hak asasi manusia dan kepentingan orang-orang di Fukushima, Jepang yang lebih luas dan kawasan Asia-Pasifik.


Informasi Anda Genggam


Loading...