Menu

Mengerikan! Kehabisan Obat Bius, Pasien Covid di Negara Ini Terpaksa Diikat Saat Hendak Dipasang Ventilator agar Tidak Meronta

Satria Utama 16 Apr 2021, 10:36
Pasien Covid-19 dipasangi ventilator
Pasien Covid-19 dipasangi ventilator

RIAU24.COM -  Pandemi Covid-19 yang masih parah melanda Brasil menjadi mimpi buruk bagi tenaga kesehatan di negara itu. Apalagi belakangan stok obat bius dan tabung oksigen sudah mengalami kekurangan persediaan. Akibatnya, sejumlah pasien yang mengalami sakit parah diintubasi tanpa obat penenang yang efektif.

"Saya tidak pernah berpikir bahwa saya akan mengalami hal seperti ini setelah 20 tahun bekerja dalam perawatan intensif," ujar seorang dokter ICU di Rio de Janeiro, Aureo do Carmo Filho.

"Menggunakan pengekang mekanis tanpa obat penenang adalah praktik yang buruk, karena pasien akan tersiksa," kata Filho menambahkan.

Obat bius digunakan untuk memasang ventilator kepada pasien Covid-19 yang mengalami gejala parah. Tanpa obat bius, pasien yang akan dipasang ventilator akan menderita sakit luar biasa.

Jaringan televisi Globo melaporkan, seorang pasien di rumah sakit Rio de Janeiro harus diikat di tempat tidurnya untuk tindakan intubasi. Rumah Sakit Albert Schweitzer mengatakan bahwa ada kekurangan obat untuk tindakan intubasi. Menurut rumah sakit tersebut pengikatan pasien di tempat tidurnya digunakan atas saran dokter.

Kelompok bantuan Médecins Sans Frontières (MSF) mengatakan, pemerintah Brasil telah gagal mengatasi pandemi virus korona. Saat ini Brasil mencatat total 361.884 kematian akibat Covid-19.

Seorang dokter dan presiden MSF, Christos Christou mengatakan, pandemi Covid-19 di Brasil telah menyebabkan bencana kemanusiaan.

"Setiap minggu ada catatan baru yang suram tentang kematian dan infeksi - rumah sakit meluap namun masih belum ada tanggapan terpusat yang terkoordinasi," kata Christou. 

Presiden Brasil Jair Bolsonaro kembali menolak untuk melakukan lockdown atau penguncian nasional. Bolsonaro menolak tekanan yang meningkat pada pemerintahnya untuk mempertanggungjawabkan penanganannya terhadap situasi pandemi yang memburuk. 

Bolsonaro telah skeptis terhadap pandemi Covid-19 dan meremehkan ancaman virus. Dia  menentang usulan  para ahli kesehatan masyarakat menyuarakan perlunya menerapkan pembatasan yang ketat untuk mengatasi krisis virus korona.***