PM Imran Khan Ajak Negara Muslim Desak Pemerintah Barat Kriminalisasikan Penghina Nabi Muhammad

Amerita
Selasa, 20 April 2021 | 08:30 WIB
google R24/ame google

RIAU24.COM -  Perdana menteri Pakistan, Imran Khan, meminta negara-negara mayoritas Muslim untuk mendorong pemerintah Barat agar mengkriminalisasi penghinaan terhadap Nabi Muhammad.

"Kami harus menjelaskan mengapa ini sangat menyakitkan kami, ketika atas nama kebebasan berbicara mereka menghina kehormatan nabi," kata Imran Khan dalam pidato yang disiarkan di televisi lokal pada Senin (19/4).

Baca juga: Kisah Tragis Hidup Bintang Porno Dakota Skye, Dari Mimpi Menjadi Ilmuwan Namun Terjebak Dalam Lingkaran Setan Narkoba


"Ketika 50 negara Muslim akan bersatu dan mengatakan ini, dan mengatakan bahwa jika hal seperti ini terjadi di negara mana pun, maka kami akan melakukan boikot perdagangan terhadap mereka dan tidak membeli barang-barang mereka, itu akan berpengaruh," imbuhnya.

Khan mengatakan penghinaan terhadap Nabi Islam harus diperlakukan dengan cara yang sama seperti mempertanyakan Holokaus, yang merupakan kejahatan di beberapa negara Eropa.

Pidato itu muncul ketika pemerintah pada hari Senin membuka negosiasi dengan kelompok agama radikal atas protes anti-penistaan ​​terhadap Prancis.

Baca juga: Kisah Seorang Ibu yang Mencoba Menyelamatkan Putranya yang Tenggelam di Danau, Akhirnya Meninggal


Tehrik-e-Labaik Pakistan (TLP) membebaskan 11 polisi yang diculik selama protes di mana empat petugas tewas, kata menteri dalam negeri Pakistan.

Petugas polisi diculik selama bentrokan di luar markas TLP di kota timur Lahore, yang menurut kelompok itu juga menewaskan tiga anggotanya.

"Mereka telah membebaskan 11 polisi yang mereka sandera," kata Menteri Dalam Negeri Sheikh Rashid Ahmad dalam sebuah pernyataan video, menambahkan bahwa negosiasi dengan TLP sedang berlangsung.


Informasi Anda Genggam


Loading...