Mengerikan, Pasangan Asal Australia Ini Menemukan Ular Mematikan Sepanjang 20 Centimeter Dalam Kantong Selada yang Dibeli dari Supermarket

Devi
Selasa, 20 April 2021 | 09:05 WIB
Foto : Mothership R24/dev Foto : Mothership

RIAU24.COM -  Sepasang suami istri di Sydney shock usai menemukan seekor ular berbisa di bungkusan selada yang mereka beli dari supermarket.

Dilansir dari The Guardian, reptil itu, Hoplocephalus bitorquatus, memiliki panjang 20 cm dan tampak tidur nyenyak di dalam kantong selada dari lemari bahan makanan supermarket yang berpendingin.

Baca juga: Siswi SD Bawa Pistol dan Tembakan Banyak Peluru Mengenai Orang di Sekolah

Reptil itu adalah ular berkepala pucat berbisa yang diyakini pihak berwenang melakukan perjalanan hampir 870 km ke Sydney dari pabrik pengepakan di kota Australia, Toowoomba, lapor SCMP.
 
Pasangan itu, Alexander White dan Amelie Neate, mengatakan mereka bahkan memasukkannya ke dalam ransel mereka untuk bersepeda selama 10 menit dalam perjalanan pulang.

"Kami tidak memiliki troli karena tidak satu pun dari kami yang memiliki koin dolar, jadi kami hanya membawanya dalam tas. Mengingat kembali hal itu membuat saya takut," kata Alexander.

Baca juga: Geger Roket Seberat 21 Ton Bakal Jatuh ke Bumi, Pemerintah China Siapakan Dana Talangan



Reptil itu muncul saat mereka sedang membongkar barang belanjaannya di rumah, Alexander dan Amelie menelepon organisasi penyelamat satwa liar, Wires, dan diberi tahu bahwa ular itu kemungkinan adalah bayi ular coklat timur (salah satu spesies paling berbisa dan agresif di Australia).

 Namun, kemudian diidentifikasi sebagai ular berkepala pucat. Pasangan itu juga diberitahu oleh seorang ahli ular bahwa reptil itu "penting secara medis".

“Saya pikir itu berarti memiliki khasiat obat. Ternyata, kalau digigit harus segera ke rumah sakit, ”kata Alexander.

Dia menambahkan bahwa ular itu terlihat sangat lucu!

Alexander dan Amelie menghabiskan beberapa waktu untuk merekam video ular tersebut dan melakukan panggilan video untuk menunjukkan kepada anak-anak mereka, yang sedang pergi untuk liburan sekolah sambil menunggu bantuan ahli.

 


Informasi Anda Genggam


Loading...