Menu

Kelompok Houthi Tak Bisa Lagi Sembarangan Menyerang, Arab Saudi Dipinjamkan Anti Rudal Patriot Oleh Yunani

Satria Utama 21 Apr 2021, 10:39
Sistem pertahanan udara Patriot menyerang sasaran. Foto/REUTERS
Sistem pertahanan udara Patriot menyerang sasaran. Foto/REUTERS

RIAU24.COM -  RIYADH - Serangan rudal yang dilancarkan kelompok Houthi ke wilayah Arab Saudi membuat negara itu resah. Beruntung negara yang dipimpin Raja Salman itu mendapat dukungan dari Yunani untuk menangkal serangan-serangan tersebut.

Yunani dan Arab Saudi telah menandatangani kesepakatan untuk meminjamkan sistem pertahanan udara Patriot ke kerajaan itu untuk melindungi fasilitas energi penting.

Kesepakatan itu diumumkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Yunani Nikos Dendias. Dendias dan Menteri Pertahanan (Menhan) Yunani Nikos Panagiotopoulos bertemu sebelumnya pada Selasa (20/4) dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhain di Riyadh.

"Kami menandatangani perjanjian untuk memindahkan baterai Patriot di sini di Arab Saudi," ungkap Dendias dalam siaran pers yang dilansir Sindonews.

Dia menambahkan Yunani juga menandatangani perjanjian kerja sama dengan Dewan Kerjasama Teluk. "Ini adalah langkah maju yang besar bagi negara kita terkait kerja sama dengan negara-negara Teluk dan juga kontribusi terhadap keamanan sumber energi Barat yang lebih luas," tutur dia.

“Sistem Patriot buatan Amerika Serikat (AS) akan digunakan untuk melindungi fasilitas energi penting di kerajaan Arab Saudi,” papar seorang diplomat Yunani.

Halaman: 12Lihat Semua