Berusia 40 Tahun, Inilah Spesifikasi dan Kiprah Kapal Selam KRI Nanggala 402 Yang Hilang Kontak

Satria Utama
Kamis, 22 April 2021 | 09:19 WIB
Kapal selam KRI Nanggal-402 hilang di perairan utara Bali, Rabu (21/4/2021). Sampai saat ini kapal belum ditemukan. (Foto: Antara). R24/saut Kapal selam KRI Nanggal-402 hilang di perairan utara Bali, Rabu (21/4/2021). Sampai saat ini kapal belum ditemukan. (Foto: Antara).

RIAU24.COM -  Kapal selam Indonesia KRI Nanggala 402 hilang kontak di perairan Bali pada Rabu (21/4/2021) dini hari. Kapal tersebut mengangkut 53 orang, termasuk Letkol Laut (P) Heri Oktavian selaku Komandan KRI Nanggala-402. 

Berdasarkan penelusuran dari berbagai sumber, kapal selam KRI Nanggala 402 ternyata sudah berusia sekitar 40 tahun.

Kapal selam KRI Nanggala merupakan kapal selam kedua jenis kelas Cakra dan dibawah kendali Satuan Kapal Selam Komando Armada RI Kawasan Timur.

Baca juga: Investigasi Ombudsman Menunjukkan Pelaksanaan TWK Salah Prosedur, Novel Baswedan: Presiden Akan Lihat Ini Sebagai Hal Serius

KRI Nanggala dipesan pemerintah Republik Indonesia pada 2 April 1977, dan didesain oleh Ingenieurkontor di kota Lübeck, dibuat oleh Howaldtswerke, Kiel, Jerman, dan dijual oleh perusahaan Ferrostaal di Essen. 

Dikutip dari Inews.id, pembuatan kapal dimulai pada bulan Maret 1978 dan kapal selam diserahkan kepada pemerintah Indonesia pada tanggal 6 Juli 1981. Sehingga kapal tersebut sudah berusia sekitar 40 tahun.

Salah satu kapal selam andalan milik Indonesia ini memiliki berat 1.395 ton, dimensi 59,5 meter x 6,3 meter x 5,5 meter. Kapal selam yang mengangkut 34 awak kapal ini ditenagai oleh mesin diesel elektrik, 4 diesel, 1 shaft menghasilkan 4,600 shp dan Sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 21,5 knot. 

Sebagai bagian dari armada pemukul KRI Nanggala dipersenjatai 14 buah torpedo 21 inci/533 mm dalam 8 tabung. Kapal selam ini juga  mempunyai sonar dari jenis CSU-3-2 suite.

Baca juga: BMKG: Sukabumi Diguncang Gempa Bumi Berkekuatan Skala 3,3 Magnitudo

KRI Nanggala pernah terlibat dalam latihan gabungan TNI AL-US Navy, CARAT-8/02 yang diadakan pada 27 Mei - 3 Juni 2002. CARAT (Coorperation Afloat Readiness and Training) adalah bantuan latihan militer Amerika terhadap militer negara sahabat di Asia Tenggara. Latihan CARAT ini berlangsung di perairan Laut Jawa, Selat Bali dan Situbondo.

Pada 2004, dalam Latihan Operasi Laut Gabungan (Latopslagab) XV/04 di Samudera Hindia, tanggal 8 April hingga 2 Mei 2004, KRI Naggala berhasil menenggelamkan eks KRI Rakata, sebuah kapal tunda samudera buatan 1942 dengan torpedo SUT.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Julius Widjojono mengatakan analisa sementara hilang kontak kapal selam KRI Nanggala-402 karena terjadi blackout atau gangguan saat penyelaman statis. Hal ini membuat kapal tidak dapat menjalankan prosedur kedaruratan.***

 

Informasi Anda Genggam


Loading...