Setiap Satu Menit Dua orang Tewas akibat Covid-19 di India, Mayat-mayat dibakar di Lapangan Parkir

Satria Utama
Sabtu, 24 April 2021 | 14:49 WIB
Kremasi di India/net R24/saut Kremasi di India/net
Bea Cukai

RIAU24.COM -  Gelombang tsunami COVID-19 di India terus meluluhlantakkan kesehatan warga di negara itu. Ini dibuktikan dengan penambahan kasus harian terus mencetak rekor dunia berturut-turut, dengan data terbaru mencatat ada 346.786 pasien COVID-19 baru pada Sabtu (24/4/2021).

Korban meninggal diperkirakan mencapai 2.624 orang dalam sehari. Diprediksi di Ibu Kota Delhi saja bisa ada satu orang meninggal karena COVID-19 setiap lima menit. Begitu banyaknya mayat yang bergelimpangan di India sampai-sampai layanan penguburan dan kremasi kewalahan.

Baca juga: Hakim India Menolak Pengaduan Pelecehan Seksual Wanita Karena Dia Mengenakan 'Pakaian Sexy'

Seorang warga Delhi, Nitish Kumar, mengaku kesulitan mencari tempat kremasi untuk ibunya yang sudah meninggal karena COVID-19. Ia terpaksa membiarkan jenazah sang ibu selama dua hari di rumah.

Sampai pada akhirnya Kumar menemukan tempat kremasi massal darurat di lapangan parkir. Di sana orang ramai-ramai membakar jenazah dengan tumpukan kayu.

Jitender Singh Shunty dari organisasi nirlaba medis Shaheed Bhagat Singh Sewa Dal mengatakan pada hari itu ada 60 jenazah yang dibakar di lapangan. Jenazah yang dibakar mulai dari pasangan baru menikah, anak-anak 15 tahun, bahkan sampai balita. "Tidak ada satupun orang di Delhi yang pernah menyaksikan hal ini," komentar Singh sambil meneteskan air mata.

"Anak lima tahun, 15 tahun, 25 tahun semuanya dikremasi. Ada juga pasangan yang baru menikah. Sangat sulit disaksikan," pungkasnya.

Baca juga: Reputasi Will Smith Anjlok Setelah Insiden Tamparan Oscar

Melansir Yahoo News, jika membandingkan antara AS dan India, Amerika mencatatkan puncak kasus Covid-19 pada musim dingin ini, dengan rata-rata 260.000 kasus Covid-19 baru setiap hari. Bagaimana dengan India? Setelah meroket 122% selama 14 hari terakhir, jumlah kasus harian India telah melewati ambang tersebut hingga dua kali pada minggu ini. Kurva sangat terjal, hampir vertikal. 

Menurut Bhramar Mukherjee, seorang ahli biostatistik di University of Michigan, jika virus terus menyebar pada kondisi yang sama, India bisa mencapai rata-rata setengah juta kasus harian baru pada bulan depan. Angka yang belum pernah ada di negara lain. Tingkat kematian kemungkinan besar akan menyusul. Selama dua minggu terakhir saja, angka tersebut telah melonjak 128%.***

 

Informasi Anda Genggam


Loading...