Israel Bombardir Gaza Dengan Roket di Bulan Ramadhan, Rakyat Palestina Gelar Aksi Protes

Satria Utama
Minggu, 25 April 2021 | 13:24 WIB
Serangan roket Isarel di Gaza R24/saut Serangan roket Isarel di Gaza

RIAU24.COM -  Harapan warga Palestina, khususnya yang berada di kawasan Gaza untuk melaksanakan ibadah Ramadhan lebih tenang tak kunjung terwujud. Seperti biasanya, Israel selalu meningkatkan serangan di bulan suci ini.

Pada Jumat malam (23/4), pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengklaim sekitar 36  roket diluncurkan ke Israel dari Gaza. IDF kemudian melancarkan serangan ke situs-situs Hamas.

Baca juga: Kakak Beradik Ini Menemukan Tubuh Orang Asing di Dalam Peti Mati Ibu Mereka Karena Kekacauan Rumah Pemakaman

Koresponden Pusat Informasi Palestina menegaskan bahwa pesawat Israel menyerang sedikitnya 3 pos; pos Palestina di utara Jalur Gaza, Jabal Resh di Gaza dan sebuah lahan pertanian di Rafah dengan sejumlah rudal bersamaan dengan warga melaksanakan shalat subuh.

Pada tengah malam, Israel menyerang sebuah pos di timur kamp Buraij dan pos lainnya di distrik Khan Yunis, Jalur Gaza tengah dan selatan.

Aksi militer Israel ini memicu aksi protes ribuan warga Palestina di Yerusalem dan perbatasan Gaza setelah terjadinya gelombang serangan baru selama bulan Ramadhan.

Dikutip dari Spuntik, protes massal terjadi di seluruh Jalur Gaza, di mana ribuan warga turun ke jalan untuk menyatakan dukungan bagi warga Palestina yang tinggal di Yerusalem pada Sabtu (24/4).

Baca juga: Lakukan Percobaan Bunuh Diri hingga Diamputasi, Pria Ini Ceritakan Kisah Harunya Saat masih Remaja

Protes juga terjadi di Tepi Barat. Warga berkumpul di pos pemeriksaan Israel, termasuk pos pemeriksaan Jalameh Jenin, pos pemeriksaan Huwarra Nablus, dan Bab al-Zawiyeh Hebron.

Sekitar 100 warga Palestina lainnya dilaporkan melakukan protes di dekat pos pemeriksaan Qalandiya antara Yerusalem dan Ramallah.

Bentrokan juga mewarnai aksi protes di Gerbang Damaskus, di luar Kota Tua Yerusalem. Setidaknya enam warga Palestina dan dua petugas polisi terluka.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pihaknya akan mempersiapkan skenario apa pun terkait dengan Gaza. Sementara Presiden Palestina Mahmoud Abbas membahas ketegangan yang terjadi dengan Komite Eksekutif Fatah. ***


Informasi Anda Genggam


Loading...