Ajakan UAS Galang Donasi Beli Kapal Selam Pengganti KRI Nanggala Tuai Pro dan Kontra

Rizka
Selasa, 27 April 2021 | 09:52 WIB
Ustadz Abdul Somad [Instagram/@ustadzabdulsomas_official] R24/riz Ustadz Abdul Somad [Instagram/@ustadzabdulsomas_official]

RIAU24.COM -  Ustadz Abdul Somad (UAS) menggalang donasi untuk membeli kapal selam sebagai pengganti KRI Nanggala 402 yang dinyatakan tenggelam pada Sabtu 24 April 2021.

UAS menilai, perlunya kapal selam sebagai armada penjagaan di laut Indonesia karena sebagian besar wilayah Indonesia adalah lautan. Dan hal tersebut sesuai dengan tujuan Negara Indonesia yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 adalah untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

“Lautan kita yang membentang luas melebihi daratannya, dari Samudera Indonesia di barat Aceh hingga perairan Papua merupakan bagian dari wilayah negeri kita yang harus dijaga dan dilindungi, beserta kekayaan tak ternilai yang ada di dalamnya,” dikutip dari akun Instagram UAS, Selasa (27/4).

Baca juga: Majelis Ulama Minta Ramalan Joe Biden Tentang Tenggelamnya Jakarta Tak Perlu Ditanggapi

UAS mengatakan selama ini tanggung jawab menjaga perairan Indonesia hanya dibebankan ke TNI AL. Padahal, TNI AL juga dihadapkan dengan keterbatasan anggaran dan personel.

“Lautan kita yang luas, yang pernah dijaga dengan gagah oleh Laksamana Nala, Pati Unus, Malahayati, Baabullah, dan Nuku; yang pernah diharumkan oleh kegigihan RE Martadinata hingga pengorbanan Yos Sudarso, kini menjadi amanat di pundak kita semua, agar dapat kita wariskan kepada anak cucu kita kelak,

Setelah KRI Nanggala 402 beserta seluruh awaknya yang gugur syahid menjalani 'Eternal Patrol', mari kita seluruh rakyat Indonesia, bahu-membahu mengulurkan tangan dan sumbangsih membangun kekuatan armada laut kita agar kembali berjaya,” ujar UAS.

Unggahan penggalangan donasi membeli kapal selam tersebut pun tuai pro dan kontra dari netizen. Banyak yang turut memberikan dukungan, dan ada juga yang menganggap itu bukan sebuah kepentingan rakyat.

“10 ribu saja tiap orang dengan niat baik insyaa Allah Allah SWT ridho dengan ide pak Ustadz. Atau diam kalau tidak se7 itu lebih baik daripada menghujat,” ungkap @hari_dirumahaja

“Mantap. Bentuk kepedulian ummat, sekaligus sindirian telak utk pemerintah. Gk usah bingung sodara2. Mau bantu ayok, klo ragu, blm mau jg gak apa2. Klo udah UAS turun tangan ikutan insya Allah,” ungkap @fadhli0785

“Ngapain ???? Semua udah di urus negara. Kita sebagai makhluk sosial cukup mendo’akan saja. Bantu masyarakat yg lain saja,” ungkap @munir_elhamdoui

“Itu kapal biar negara yg urus ustdz.. mending donasikan ke keluarga2 almarhum 53 awak kapal donggala 402 pak.. Mereka pasti lebih membutuhkan,” ungkap @ecky_resky.kossongenam

Baca juga: Rekomendasi UNESCO Terhadap Pariwisata Pulau Komodo Jadi Kemenangan Besar Bagi Dunia Konservasi Indonesia

Seperti diketahui, UAS menamai gerakan itu “Patungan Rakyat Indonesia untuk Pembelian Kapal Selam Pengganti Nanggala 402”. Dalam pengumpulan dana, UAS bekerja sama dengan Masjid Jogokariyan Jogja.

UAS tak lupa mencantumkan nomor rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) 7202002298 atas nama Masjid Jogokariyan. Dia juga menempel nomor WhatsApp 081311351136 untuk konfirmasi donasi.


Informasi Anda Genggam


Loading...