Jika Dikaitkan, Kerugian Korupsi Asabri dan Jiwasraya Setara Harga 8 Kepal Selam KRI Nanggala 402

Rizka
Kamis, 29 April 2021 | 10:09 WIB
google R24/riz google

RIAU24.COM -  Tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 milik TNI AL di perairan Utara Bali memunculkan berbagai narasi publik.

Tak hanya soal luapan duka untuk para awak, namun juga juga melebar soal keprihatinan alutsista TNI, dana pembangunan ibu kota baru, hingga muncul aksi penggalangan dana oleh pengurus masjid untuk membantu pemerintah membeli kapal selam baru.

Terbaru, banyak pihak yang mengaitkan antara maraknya kasus korupsi di Tanah Air dengan alokasi anggaran peremajaan alustsista TNI yang terbatas.

Baca juga: Maag Akut dan Anak Istri Butuh Kasih Sayang, Satpol PP Mardani Ajukan Penangguhan Penahanan, Netizen : Kebanyakan Drama

Salah satunya kasus korupsi dua BUMN perasuransian, PT Jiwasraya (Persero) dan PT Asabri (Persero). Kerugian negara dari kasus dua perusahaan negara itu juga tak luput dikaitkan dengan anggaran pembelian kapal selam.

Sebagai informasi yang dilansir dari Kompas.com, dalam kasus korupsi Jiwasraya, kerugian negara menurut taksiran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mencapai Rp 16,81 triliun.

Sementara kerugian negara dari kasus korupsi penyalahgunaan investasi di tubuh Asabri, jumlahnya jauh lebih besar, yakni mencapai Rp 23,73 triliun menurut versi BPK.

Baca juga: Dinilai Berhasil Menanggulangi COVID-19 dengan Baik Selama PPKM Darurat, Zubairi Djoerban : Apresiasi untuk Pemerintah Jakarta

Maka, jika digabung antara kerugian negara dalam kasus korupsi Asabri dan Jiwasraya, maka besarannya mencapai Rp 40,54 triliun.

Seperti diketahui, harga kapal selam yang dimiliki TNI AL yakni sekitar Rp 4,79 triliun. Harga kapal selam itu mengacu pada pengadaan terbaru kapal selam dari proyek kerja sama Indonesia-Korea Selatan.


Informasi Anda Genggam


Loading...