Menu

Rumah Angker Disiapkan Bagi Warga Yang Nekat Mudik ke Boyolali dan Madiun

Rizka 29 Apr 2021, 11:34
google
google

RIAU24.COM -  Rumah-rumah yang dianggap angker disiapkan bagi warga yang nekat mudik ke Boyolali, Jawa Tengah, dan Madiun, Jawa Timur.

Kepala Desa Sidomulyo, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, menyiapkan rumah yang sudah lama kosong dan dianggap angker untuk mengkarantina pemudik nekat.

Hal itu dilakukan untuk mencegah perantau mudik Lebaran mengingat pemerintah pusat sudah memberlakukan larang mudik guna mencegah peningkatan kasus penularan Covid-19.

Kepala Desa Sidomulyo Moh. Sawali mengatakan pemerintah desa menerapkan kebijakan itu berdasarkan pengalaman tahun 2020. Menurut dia, warga Kecamatan Ampel yang pertama kali terpapar Covid-19 pada 2020 berasal dari Desa Sidomulyo. Pemerintah desa rupanya tidak ingin hal serupa terjadi pada masa mudik Lebaran 2021.

Sawali mengatakan pemerintah desa sejak awal Ramadan sudah mengimbau warga yang merantau agar tidak mudik Lebaran 2021. Jika ada warga yang nekat mudik dan tak bisa menunjukkan surat keterangan sehat dari dokter atau surat bebas Covid-19 maka pemerintah desa mewajibkan mereka menjalani karantina selama tujuh hari di lokasi yang sudah disiapkan.

“Hingga saat ini sudah ada dua orang perantau yang dikarantina di tempat yang disediakan itu,” ujar Sawali dikutip dari Antara, Kamis (29/4). Ia menambahkan Satuan Tugas Jogo Tonggo akan memenuhi kebutuhan logistik warga yang menjalani karantina.

Salah satunya pemudik dari Tangerang, Fajar Adi Nugroho. Kini ia mengaku menyesal karena nekat pulang kampung ke Boyolali tanpa membawa surat sehat. Ia harus menjalani karantina di fasilitas yang disediakan oleh Pemerintah Desa Sidomulyo.

Terpisah, Pemerintah Kota Madiun, Jatim, pun menyiapkan sebuah rumah yang kurang terawat dan dianggap angker untuk mengkarantina pemudik di bekas Rumah Tahanan Militer (RTM), di Jalan A. Yani, Kota Madiun.

Area tersebut memang sengaja disiapkan Pemkot Madiun untuk para pemudik yang nekat agar memiliki perasaan jera, lantaran bekas penjara itu memang terkenal angker di kalangan masyarakat.