Menu

Korupsi Level Tertinggi, Rumah Pejabat Ini di Gerebek dan Ditemukan 13,5 Ton Emas dan Tumpukan Uang Rp. 525 Triliun

Rizka 29 Apr 2021, 21:27
google
google

RIAU24.COM -  Tidak hanya di Indonesia, rupanya banyak negara yang pejabatnya juga melakukan korupsi.

Sampai kapan pun, tindakan korupsi akan selalu merugikan banyak pihak, terutama rakyat di dalam sebuah negara.

Namun, seperti tak pernah peduli dengan nasib rakyat kecil, masih saja ada pejabat pemangku kekusaan yang melakukan korupsi untuk kepentingan diri mereka sendiri.

Seperti kasus yang terjadi di Tiongkok pada 2019 lalu. Kasus ini temukan seorang koruptor yang ditangkap dengan penemuan hartanya dalam jumlah mengejutkan.

Zhang Qi, mantan walikota Haiko, Tiongkok ditangkap atas tuduhan korupsi.

Menariknya polisi menemukan “gunung emas” dengan berat mencapai 13,5 ton dan uang tunai 37 miliar dollar AS (Rp 525 triliun) di rumahnya.

Zhang Qi adalah seorang mantan walikota dan anggota partai Komunis yang kini sedang mendapat peninjauan oleh Komisi Pengawas Nasional.

Atas penemuan itu, dia harus memiliki lebih banyak penjelasan tentang benda bernilai miliar dollar itu.

Pejabat China awalnya menggeledah rumah mewahnya di Kota Haikou dan hanya menemukan benda biasa saja.

Namun, setelah masuk ke dalam ruang bawah tanahnya mereka terkejut menemukan gundukan harta tersebut.

Bukti yang ditemukan menunjukkan portofolio besar di rumah mewahnya.

Pejabat ini dianggap melakukan kejahatan ekonomi dan mungkin akan dihukum mati.

Beberapa uangnya hanya ditumpuk di lantai, sementara kepingan emas lainnya ada yang dibungkus di tas dan sebagian di rak logam.

Nilai emas murni dengan berat 13,5 ton ini kemungkinan 500 juta dollar AS (Rp 7 triliun).

Sedangkan uang bernilai 37 milliar dollar AS (sekitar Rp 525 triliun) dalam bentuk Dollar, Yuan, dan Euro.

Presiden Tiongkok Xi Jinping, telah menjanjikan perjuangan melawan koruptor sebagai kebijakan utama partai Komunis.

Sejak dia memerintah setidaknya 10.000 orang telah didakwa melakukan korupsi sejak 2012, dan dilaporkan sedikitnya 120 pejabat korupsi tingkat tinggi.

Mereka termasuk perwira militer dan pejabat eksekutif.