Untuk Pertama Kalinya, Uni Eropa Menyetujui Penggunaan Protein Dari Serangga

Devi
Rabu, 05 Mei 2021 | 09:25 WIB
Foto : DetikNews R24/dev Foto : DetikNews

 

RIAU24.COM -  Tahukah Anda, ternyata jutaan orang di seluruh dunia sudah memakan serangga, yang juga merupakan alternatif yang lebih ramah lingkungan daripada beternak dan sumber protein lain yang lebih besar. Meski terdengar menjijikkan, ternyata kaki katak yang digulung dengan tepung ulat bisa menjadi kuliner nikmat berikutnya untuk masakan haute Eropa setelah Uni Eropa memberikan izin untuk pertama kalinya untuk makanan serangga.

Tak hanya itu, kutu putih kering sekarang dapat dijual di seluruh blok 27 negara setelah keputusan Senin dari pemerintah UE dan penilaian keamanan pangan, Komisi Eropa mengatakan pada hari Selasa.

Baca juga: Kerap Berusaha Untuk Tidak Memusuhi Mitra Dagangnya, Kini Israel Kecam Perlakuan China ke Muslim Uighur

Pejabat UE menyarankan kutu putih dapat digunakan sebagai penambah protein untuk kue, pasta atau makanan yang dipanggang, ketika mereka mencoba meyakinkan pemakan yang rewel bahwa jutaan orang di seluruh dunia sudah makan serangga.

Ini juga merupakan alternatif yang lebih ramah lingkungan untuk membesarkan sapi dan sumber protein lain yang lebih besar.

Pasar serangga yang dapat dimakan ditetapkan mencapai USD 4,6 miliar pada tahun 2027, menurut sebuah laporan awal tahun ini.

Baca juga: Ajaib, 2 Bayi Mampu Selamat Dari Kecelakaan Mengerikan Setelah Ambulans yang Ditumpangi Menabrak Sebuah Mobil

Sekitar 11 makanan serangga lainnya sedang menunggu evaluasi keamanan makanan dari UE.

"Terserah konsumen untuk memutuskan apakah mereka ingin makan serangga atau tidak," kata UE di laman webnya.

“Penggunaan serangga sebagai sumber protein alternatif bukanlah hal baru.”


Informasi Anda Genggam


Loading...