Kasus Pemerkosaan Berpuluh Tahun Berhasil Dikuak Lewat Putung Rokok dan Benang Gigi

Amerita
Kamis, 06 Mei 2021 | 09:11 WIB
Thomas Garner R24/ame Thomas Garner

RIAU24.COM -  Sidang sedang berlangsung untuk mengadili pria berusia 61 tahun yang dihadapkan dengan dakwaan pembunuhan tingkat pertama atas kematian seorang rekrutan Angkatan Laut AS yang dicekik dan dibuang di ladang di Florida, 37 tahun lalu.

Thomas Garner mengaku tak bersalah atas kematian Pamela Cahanes. Mayat Cahanes ditemukan pada 5 Agustus 1984, dua hari setelah dia lulus dari kamp pelatihan di Pusat Pelatihan Angkatan Laut Orlando.

Baca juga: Misteri Hilangnya Calon Dokter, Mobil Ditemukan Namun Tak Ada Tanda-tanda Kehidupan


Tubuhnya ditemukan telanjang dengan hanya mengenakan celana dalam berwarna putih. Ketika kasus kembali dibuka pada 1990-an, pengujian menemukan air mani di celana dalam Cahanes.

Teknologi yang mumpuni untuk mengembangkan profil DNA tersangka baru ada di tahun 2018. Tak salah lagi, DNA itu adalah milik Garner.

Saat melakukan pengawasan terhadap Garner pada Februari 2019, penyelidik melihatnya membuang sekantong sampah di apartemen Jacksonville. Dari tas itu, mereka mengumpulkan puntung rokok, kapas dan sepotong benang gigi bekas. DNA dari barang-barang itu cocok dengan air mani yang ditemukan di pakaian dalam Cahanes.

Baca juga: Adiknya Temukan Kaki di Tempat Sampah, Wanita Ini Langsung Ditangkap


Garner memberi tahu penyelidik bahwa dia tidak ingat Cahanes dan tidak akan bergaul dengan atau berkencan dengan rekrutan seperti dia.

"Saya tidak paham apa yang anda bicarakan," ujarnya saat diberi tahu bahwa DNA-nya ditemukan di celana dalam Cahanes.


Informasi Anda Genggam


Loading...