Peleburan 4 Lembaga Riset, Said Didu : Cendikiawan Akan Dikubur Hidup-hidup Bersama Lembaganya

Rizka
Kamis, 06 Mei 2021 | 11:03 WIB
Google R24/riz Google

RIAU24.COM -  Peleburan empat lembaga yang akan dibawahi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menuai kritik.

Melalui Peraturan Presiden (Perpres) 33/2021 tentang BRIN yang diteken Presiden Jokowi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) akan dilebur dan dibawahi oleh lembaga pimpinan Laksana Tri Handoko.

Sebelumnya, mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Azyumardi Azra, peleburan empat lembaga tersebut akan merusak perkembangan riset di Indonesia.

Baca juga: Belajar dari Maraknya Kasus Kekerasan di Lembaga Keagamaan, Mahfud MD Minta Pembakar Mimbar Masjid Tak Disebut Orang Gila

"Penyatuan LIPI, BPPT, dan Batan ke dalam BRIN sesuai Perpres 33/2021 yang baru saja dikeluarkan Presiden Jokowi nampaknya bakal berujung pada malapetaka riset Indonesia," ujar Azyumardi.

Peleburan empat lembaga riset itu pun turut disoroti oleh mantan Sekretaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Said Didu

Ia mensinyalir, peleburan tersebut terjadi begitu saja karena selama ini para cendekiawan diam.

"Karena selama ini para cendekiawan hanya diam, maka mereka akan 'dikubur' hidup-hidup bersama lembaganya," jelas Said Didu di akun Twitternya, Kamis (6/5).

Baca juga: Dory Harsa Makin Tajir Sejak Nikahi Nella Kharisma, 3 Sektor Ini Jadi Sumber Penghasilannya

Said Didu memang dikenal sebagai sosok yang selalu mengkiritik pemerintahan. Bahkan sebelumnya saat Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Said Didu juga turut hadir.

Menurutnya, bergabung dengan KAMI bukan karena kecewa dengan kepemimpinan Presiden Jokowi tapi khawatir dengan kondisi negara saat ini. Terutama soal kondisi ekonomi, dan beberapa hal yang menurutnya terancam.


Informasi Anda Genggam


Loading...