Menu

Indonesia Diprediksi Akan Alami Kasus Lonjakan COVID-19 Seperti India, Jika Jutaan Orang Tetap Memaksa Untuk Mudik Selama Lebaran

Devi 8 May 2021, 10:14
Foto : Asiaone
Foto : Asiaone

Permainan mudik kucing-dan-tikus telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan ahli kesehatan yang memperingatkan bahwa Indonesia dapat menghadapi lonjakan kasus Covid-19 beberapa minggu setelah Idul Fitri. Mereka mengatakan masalahnya bukan hanya tentang orang-orang yang dengan sukarela akan melanggar aturan, tetapi dengan banyak orang yang (dengan pemberitahuan sebelumnya dari larangan perjalanan) memutuskan untuk pergi ke kampung halaman mereka lebih awal dari biasanya.

"Tahun lalu, libur Idul Fitri berkontribusi pada kenaikan 10 hingga 20 persen kasus virus corona. Fakta ilmiah yang tak terbantahkan bahwa [ketika] sejumlah besar orang [dimobilisasi] ini akan memperburuk pandemi," kata Dicky Budiman, seorang ahli epidemiologi di Griffith University di Australia.

“Varian baru juga sudah terdeteksi di Indonesia. Ini lebih menular dan bisa mengurangi khasiat vaksin atau antibodi masyarakat. Artinya orang yang sudah terjangkit Covid-19 bisa tertular kembali. Makanya mudik masih berisiko. tahun."

Varian yang lebih menular, pertama kali terdeteksi di India, Afrika Selatan dan Inggris, telah ditemukan di Indonesia dan Malaysia. Hermawan Saputra, dari Asosiasi Kesehatan Masyarakat Indonesia, mengatakan sistem perawatan kesehatan akan kewalahan jika kasus meningkat antara 30 hingga 50 persen.

Kombinasi kelelahan pandemi, penegakan yang lemah, dan kegagalan untuk mengoordinasikan peraturan antara berbagai lembaga pemerintah berarti Indonesia berpotensi menghadapi lonjakan serupa dengan yang terjadi di India, kata Hermawan. Beberapa ahli telah mengaitkan gelombang infeksi yang saat ini melanda India dengan keputusan pemerintah untuk mengizinkan festival dan demonstrasi politik karena diasumsikan krisis terburuk telah berakhir.

Baru-baru ini, pihak berwenang di Indonesia membongkar penipuan di bandara di Sumatera Utara, di mana pekerja di sebuah perusahaan farmasi milik negara diduga menggunakan kembali usap hidung untuk tes virus corona pada ribuan pelancong. Mereka juga menangkap seorang pria karena dicurigai menjual usap hidung ilegal di Jawa Tengah.

Halaman: 234Lihat Semua