Masih Kalang Kabut Hadapi Covid-19, Negara Asia Ini Malah Diteror virus Lain, Presiden Nyatakan Status Bencana Nasional

Satria Utama
Selasa, 11 Mei 2021 | 13:00 WIB
Presiden Rodrigo Duterte/Net R24/saut Presiden Rodrigo Duterte/Net

RIAU24.COM -  Belum usai teror virus Covid-19 mengancam warga Filipina, kini muncul pula virus Flu Babi Afrika di negara tersebut. Tak mau ambil resiko, Presiden Rodrigo Duterte mengumumkan keadaan bencana nasional akibat flu babi Afrika hingga akhir tahun 2021.

Juru bicara kepresidenan Harry Roque mengatakan Presiden Duterte telah menandatangani Pengumuman No. 1143, yang menyatakan keadaan bencana sampai akhir tahun, kecuali ada pencabutan jika ada faktor yang memungkinkan.

Baca juga: Kerap Berusaha Untuk Tidak Memusuhi Mitra Dagangnya, Kini Israel Kecam Perlakuan China ke Muslim Uighur

Pengumuman tersebut disampaikan pihak Malacanang pada Selasa (11/5) waktu setempat. “Filipina berada dalam bencana akibat wabah Demam Babi Afrika Selatan. Proklamasi No. 1143 ditandatangani kemarin (Senin)” kata Roque dalam briefing Istana, seperti dikutip dari Inquirer.

Semua lembaga pemerintah dan unit pemerintah daerah (LGU) diperintahkan untuk memberikan bantuan penuh dan kerja sama satu sama lain.

Juga memobilisasi sumber daya yang diperlukan untuk melakukan tindakan kritis, mendesak, dan tepat pada waktu yang tepat untuk mengurangi penyebaran lebih lanjut flu babi Afrika (ASF), mengatasi defisit pasokan daging babi produk, menurunkan harga eceran, dan jumpstart serta rehabilitasi industri babi lokal,” kata Roque mengutip isi pengumuman.

Virus flu babi Afrika  sebenarnya tidak berbahaya bagi manusia, namun mematikan bagi babi. Sejauh ini belum ada obat penawar atau vaksin, dan satu-satunya metode pencegahan flu babi Afrika adalah dengan pemusnahan massal hewan yang terjangkit. 

Baca juga: Ajaib, 2 Bayi Mampu Selamat Dari Kecelakaan Mengerikan Setelah Ambulans yang Ditumpangi Menabrak Sebuah Mobil

Jumlah kasus virus corona baru di Filipina menembus angka 1 juta pada Senin (26 April). Hampir 9.000 infeksi baru tercatat dalam 24 jam terakhir, membuat total kasus di Filipina menjadi 1.006.428, tertinggi kedua di Asia Tenggara setelah Indonesia, dengan 16.853 kematian.

Pemerintah melakukan penguncian yang berlaku di ibu kota Manila dan empat provinsi sekitarnya pada akhir Maret untuk memperlambat rekor lonjakan infeksi virus corona, namun tampaknya berhasil.***


Informasi Anda Genggam


Loading...