Jangan Pukul Anak Anda Ketika Dia Buat Kesalahan, Dampaknya Bahaya!

Amerita
Selasa, 11 Mei 2021 | 14:56 WIB
google ilustrasi R24/ame google ilustrasi

RIAU24.COM -  Para peneliti dari Harvard menerbitkan sebuah studi yang menyatakan bahwa anak yang dipukul sebagai bentuk hukuman dari orang tuanya menunjukkan peningkatan aktivitas di area tertentu di otak. Bentuk hukuman fisik ini dilaporkan dapat mempengaruhi cara mereka memproses situasi atau mengambil keputusan.

Penulis penelitian mengatakan bahwa mereka yang dihukum dengan cara ini bergelut dengan masalah kesehatan mental, kecemasan, depresi, masalah perilaku dan masalah obat-obatan terlarang.

Baca juga: Benarkah Air Rebusan Mie Instan Perlu Disaring Hingga Dua Kali? Ini Fakta yang Perlu Anda Ketahui


Tercatat bahwa hubungan antara aktivitas otak dan pukulan adalah salah satu hal yang belum pernah dipelajari sebelumnya. Selain itu, temuan tersebut tidak berlaku untuk anak-anak secara individu (lihat: tidak semua orang sama).

Namun, para peneliti mengatakan mereka berharap temuan mereka mendorong keluarga untuk mengambil jalan yang berbeda ketika memberikan pelajaran terhdap anak-anak mereka.

Buzzfeed telah mewawancarai psikolog sekolah berlisensi, Dr. Han Ren, tentang dampak memukul pada anak. Poin utama dari wawancaranya? Sekali lagi, memukul tidak baik untuk kesehatan mental anak.

Baca juga: Sering Disepelekan, 7 Gejala Leukemia Ini Harus Kamu Kenali dan Waspadai


“Memukul mengubah cara otak anak berkembang sejak usia sangat muda, dan itu membuat otak lebih terlihat seperti otak anak-anak yang pernah mengalami penganiayaan berat," ujarnya.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa ini membuat anak-anak "lebih takut, lebih waspada, lebih cemas dan mereka cenderung menunjukkan tanda-tanda gangguan stres pascatrauma."

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa "bahkan pukulan ringan" dapat menyebabkan "pola respons struktural fundamental otak yang terlihat seperti anak yang dianiaya."

Mengenai konsekuensinya, Ren mengatakan bahwa pukulan dapat menyebabkan anak-anak menjadi lebih tidak mempercayai orang tua mereka, lebih licik tentang perilaku buruk mereka, dan lebih cenderung menyembunyikan masalah mereka seiring bertambahnya usia.


Informasi Anda Genggam


Loading...