Bandingkan Perlakuan Pemerintah Indonesia dengan Singapura Soal Kebocoran Data, Roy Suryo: Ambyar

Azhar
Jumat, 21 Mei 2021 | 21:21 WIB
Pakar Telematika Roy Suryo. Foto: Internet R24/azhar Pakar Telematika Roy Suryo. Foto: Internet

RIAU24.COM -  Pakar telematika Roy Suryo membanding-bandingkan perlakuan pemerintah Indonesia dengan Singapura dalam menyikapi kebocoran data masyarakat.

Hal ini disampaikannya melalui akun Instagram miliknya @KRMTRoySuryo2, Jumat, 21 Mei 2021.

Tulisnya, Pemerintah Singapura memberlakukan denda jika kedapatan sebuah lembaga mengalami kebocoran data.

Baca juga: Jalan Nasional Sepanjang 422,35 Kilometer Akan Dibangun Tahun Ini

"Kalau di Singapura dalam Kasus Grab & SingHealth beberapa tahun lalu jelas-jelas ada Denda & Aturan sesuai acuan General Data Protection Regulation (GDPR)," tulisnya.

Tambah Roy Suryo berbeda perlakuan pemeirntah Indonesia saat mengetahui perihal kebocoran data.

"Kalau di Indonesia ? AMBYAR," tulisnya.

Dikutip dari cnnindonesia.com, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memastikan data Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial Kesehatan terdapat di dalam 279 juta data yang diduga bocor dan dijual di forum peretas Raid Forums.

Baca juga: Farhat Abbas Resmi Laporkan Bunda Corla, Netizen: Pengin Safari TV Kali! 

Juru bicara Kominfo Dedy Permadi mengatakan temuan itu berasal dari analisa yang dilakukan terhadap satu juta sampel data yang dibagikan secara gratis oleh akun bernama Kotz.

Dedy menyampaikan ada 100.002 data penduduk Indonesia yang telah terkonfirmasi dari satu juta data itu.

"Bahwa 100.002 data pribadi ini diduga kuat berasal dari data BPJS Kesehatan," ujarnya.


Informasi Anda Genggam


Loading...