Pernah Latih Langsung, Ini Kata Polisi Australia Soal Penugasan Densus 88 ke Papua Barat Berantas OPM

Azhar
Minggu, 23 Mei 2021 | 07:39 WIB
Ilustrasi. Foto: Internet R24/azhar Ilustrasi. Foto: Internet

RIAU24.COM - Polisi Federal Australia (AFP) menyatakan pendapatnya soal konflik yang terjadi di tanah Papua Barat.

Terutama soal penugasan Detasemen Khusus (Densus) 88 untuk dikerahkan ke Papua Barat setelah kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) ditetapkan sebagai kelompok teroris.

Pendapat ini lantaran AFP yang melatih Densus 88 hingga berprestasi sampai hari ini dikutip dari sindonews.com, Minggu, 23 Mei 2021.

Baca juga: Begini Sedihnya Amanda Manopo Setelah Ditinggal Ibu Selamanya

Detasemen Khusus (Densus) 88 dibentuk tahun 2003 setelah serangan Bom Bali 2002.

AFP melatih Densus 88 karena banyak warga Australia menjadi korban tragedi Bom Bali 2002.

Baca juga: Halangi Akses Rumah Tahfidz, Tembok Buatan Anggota DPRD Akhirnya Dirobohkan Satpol PP, Netizen: Tandai Orangnya

Secara gamblang, AFP menolak mengomentari rencana pengerahan detasemen khusus anti-teror itu ke Papua Barat.

"Karena itu adalah masalah pihak berwenang Indonesia," kata pihak AFP.

Sementara itu pakar Australia yang juga pendiri kampanye Make West Papua Safe, Jason MacLeod berkata lain. Menurutnya, Australia perlu berbuat lebih banyak untuk memastikan anggota Densus 88 tidak melakukan kejahatan di wilayah Papua Barat.

"Kami hanya perlu memperjelas bahwa pendanaan kami tidak memberikan kontribusi untuk memperburuk situasi hak asasi manusia, bahwa pejabat publik Australia, seperti petugas AFP, tidak melatih orang-orang yang terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia," kata MacLeod.


Informasi Anda Genggam


Loading...