Menu

Jurnalis Yahudi Amerika Ditahan di Penjara dengan Kondisi Amat Buruk di Myanmar

Amerita 28 May 2021, 10:35
google
google

RIAU24.COM -  Jurnalis yahudi asal Amerika Serikat, Danny Fenster, yang bekerja di kota Yangon, Myanmar, ditahan saat hendak pulang ke negara asalnya.

Fenster adalah satu di antara banyak jurnalis yang ditahan, dipenjara, atau diusir dari negara itu sejak kudeta militer mengambil alih pemerintahannya pada Februari.
zxc1 
Warga asli Detroit berusia 37 tahun itu ditahan di Bandara Internasional Yangon tak lama sebelum naik penerbangan ke Kuala Lumpur.

Kemudian ia dibawa dan ditahan di Penjara Insein. Sebuah penjara dengan reputasi buruk dan kondisi menyedihkan.

Bryan Fenster menganggap kakaknya ditahan karena dia jurnalis yang meliput kudeta di Myanmar. Sejak kudeta, pemerintah militer Myanmar telah menangkap sekitar 80 jurnalis.
zxc2 
Bryan Fenster terakhir kali melihat kakaknya di pernikahan seorang teman di Krakow, Polandia, pada September 2019.

Danny pernah ditugaskan di Thailand dan bekerja untuk outlet media lain di Myanmar sebelum pemerintah militer menutupnya. Kemudian dia bergabung dengan staf Frontier, situs berita independen, dilansir dari The Times of Israel.

“Kami tidak tahu alasan pasti mengapa dia ditahan atau kondisi fisiknya. Kabar baiknya adalah kami bisa berhubungan dengan orang yang tepat. Perwakilan lokal, Gubernur Whitmer, dan Departemen Luar Negeri AS menyadarinya, dan mereka sedang mengusahakannya,” kata Bryan Fenster dalam wawancara dengan Detroit Jewish News.

Pada hari Selasa (25/5), perwakilan AS Andy Levin, seorang Demokrat Michigan yang beragama Yahudi, bersama dengan 16 anggota delegasi kongres Michigan, mengirim surat kepada Menteri Luar Negeri Antony Blinken mendesak Departemen Luar Negeri untuk menjamin pembebasan Fenster segera dan tanpa syarat.

“Saya sangat diyakinkan setelah berbicara dengan Duta Besar Vajda dan mengetahui semua yang dia lakukan untuk memenangkan pembebasan Danny,” kata Levin, yang bertugas di Komite Urusan Luar Negeri DPR dan wakil ketua subkomite untuk Asia, Pasifik, Asia Tengah dan Nonproliferasi.