Menu

Tragis, Ratusan Bangkai Penyu Hijau Langka Ditemukan Di Pulau Kapas, Diduga Dibunuh Manusia Untuk Diambil Telurnya

Devi 29 May 2021, 10:04
Foto : worldofbuzz
Foto : worldofbuzz

RIAU24.COM -  Ini bukan pertama kalinya kita mendengar tentang kematian spesies yang terancam punah dan sepertinya insiden seperti ini tidak ada habisnya.

Pada tanggal 26 Mei ditemukan ratusan bangkai penyu hijau betina langka terapung di dekat pantai di bagian selatan Pulau Kapas. Bagian bawah penyu yang disebut juga plastron ditemukan sudah dalam kondisi dibelah.

Penduduk setempat dan kelompok penelitian penyu percaya bahwa pelaku membelah penyu tersebut dalam upaya untuk mengambil telurnya. Namun organnya masih utuh saat ditemukan oleh seorang pengelola resort dari Kapas Turtle Valley Resort pada pukul 2.50 sore.

Karena kondisi bangkainya masih dalam kondisi baik dan tidak menunjukkan tanda-tanda membusuk, diyakini penyu tersebut baru saja mati.

Dilansir dari WorldofBuzz, Farith Rezza Isa, Sekretaris Lembaga Konservasi Kapas mengatakan telah dibuat laporan resmi ke Departemen Perikanan Malaysia (DOF) dan visum cepat telah dilakukan kemarin (27 Mei). Namun, pelakunya masih belum diketahui dan belum ada yang ditahan hingga hari ini (28 Mei).

Penyu sangat terancam punah dan Lembaga Konservasi Kapas berkeyakinan bahwa pelakunya, baik nelayan lokal maupun asing, harus mendapat hukuman yang sesuai.

“Meski Pulau Kapas sudah dikukuhkan sebagai taman laut, namun masih ada perahu dalam jarak satu mil laut yang membawa kegiatan penangkapan ikan, termasuk jaring, yang kemungkinan besar bisa menjebak penyu ini,” ujarnya.

Farith juga menyampaikan keprihatinannya atas keselamatan penyu di Pantai Derdap (utara Pulau Kapas), berharap pihak berwenang mempertimbangkan untuk mengukuhkan tempat tersebut sekaligus menjadi pantai utama tempat sebagian besar penyu bertelur.

Untungnya, otoritas Terengganu telah memutuskan untuk melarang semua perdagangan telur pada akhir tahun karena "penurunan tajam kedatangan semua jenis spesies penyu di Terengganu". Mudah-mudahan, ini membantu membatasi tindakan penangkapan ikan ilegal terhadap penyu di negara ini.

“Kami membantu dengan melakukan patroli pantai untuk memastikan penyu-penyu yang mendarat di Kapas musim bersarang tidak tersentuh dan tidak terluka,” tambah Farith.