Banjir Tikus, Petani Australia Alami Kerugian Besar, Pemerintah Janji Tanggung Semua Biaya Kerusakan

Amerita
Minggu, 30 Mei 2021 | 12:00 WIB
La Prensa Latina R24/ame La Prensa Latina

RIAU24.COM -  Pemerintah New South Wales di Australia berjanji akan menanggung biaya bagi petani yang telah mengalami kerugian akibat wabah tikus selama beberapa bulan terakhir.

Sebelumnya pemerintah juga telah menjanjikan biaya untuk menanggung semua hal yang berkaitan dengan pengendalian hewan pengerat mulai 13 Mei.

Baca juga: Presiden Israel dan Erdogan Minum Kopi: Untuk Masa Depan yang Lebih Baik

 
Sejak itu pemerintah mengumumkan akan membayar kembali pembayaran untuk menutupi periode mulai 1 Februari.

Xavier Martin dari Asosiasi Petani NSW mengatakan para petani menghabiskan puluhan ribu dolar untuk umpan dan masih melihat kerusakan yang disebabkan tikus.

Dia memperkirakan bahwa provinsi tersebut bisa kehilangan sekitar $ 771,1 juta dalam panen.

Baca juga: Bebatuan Besar Jatuh Hantam Jembatan, 9 Turis Tewas di India

 
Asosiasi tersebut meminta pemerintah untuk segera memberikan potongan harga dan menutupi setengah biaya umpan.

Martin mengatakan tikus sekarang menyerang tanaman yang ditanam untuk musim dingin dan dia mendengar laporan dari orang-orang yang dirawat karena penyakit terkait hewan pengerat, dilansir dari UPI.

Australia mengalami wabah tikus kira-kira setiap 10 tahun.

Musim hujan tahun lalu dan wabah penyakit tahun ini juga terjadi setelah kekeringan selama bertahun-tahun yang menempatkan petani pada posisi keuangan yang sulit.

"Kami telah mengalami tiga tahun di mana kami bahkan tidak mendapatkan hasil panen kami di tanah karena kekeringan," kata petani Jeff Fragar kepada The New York Times.


Informasi Anda Genggam


Loading...