Studi Menunjukkan Dengan Melakukan Hal Ini Dapat Mengurangi Resiko Kematian Akibat Kanker Ovarium

Satria Utama
Senin, 31 Mei 2021 | 10:59 WIB
Foto : Tempo R24/saut Foto : Tempo

RIAU24.COM -  Kanker ovarium stadium awal biasanya ditemukan secara kebetulan, oleh karena itu, wanita perlu tetap waspada tentang faktor risiko dan gejalanya sehingga kanker dapat dideteksi sebelum berkembang jauh, kata seorang dokter senior.

“Gejala kanker ovarium sering disalahartikan sebagai gejala penyakit lain, sehingga penyakit ini sering luput dari perhatian dan baru ditemukan pada stadium lanjut. Padahal, kanker ovarium dapat disembuhkan jika terdeteksi sejak dini,” ketua Onkologi Indonesia dan Ikatan Ginekologi (HOGI), Prof.Dr.Andrijono, Sp.OG (K), dalam webinar kesehatan, Sabtu.

Baca juga: Hilangkan Rasa Malu Mulai dari Sekarang, Ternyata Menahan Kentut Terus Menerus Tidak Baik untuk Kesehatan

Dua puluh persen kanker ovarium terdeteksi pada tahap awal, dan 94 persen pasien dengan kanker ovarium stadium awal dapat hidup lebih dari lima tahun setelah didiagnosis, tambahnya.

Mengingat tidak ada gejala khusus yang bisa menjadi tanda awal, ia mengimbau para wanita untuk meningkatkan kesadaran mereka secara keseluruhan tentang kanker ovarium.

Untuk menyebarkan kesadaran tentang kanker ovarium, HOGI, Sistem Informasi & Pendukung Kanker Indonesia (CISC), dan AstraZeneca telah meluncurkan Kampanye 10 Jari untuk membantu masyarakat mengidentifikasi enam faktor risiko dan empat tanda kanker ovarium.

Menurut Andrijono, enam faktor yang meningkatkan risiko kanker ovarium adalah riwayat kista endometrium, riwayat keluarga kanker ovarium dan payudara, mutasi genetik (misalnya BRCA), paritas rendah, gaya hidup buruk, dan usia.

Sedangkan empat tanda kanker ovarium adalah kembung, nafsu makan menurun, sering buang air kecil, dan nyeri panggul atau perut, ujarnya.

Andrijono menegaskan, kanker jenis ini lebih mudah diobati jika terdeteksi sejak dini. Karena itu, dia menyarankan wanita untuk tidak takut atau ragu untuk memeriksakan diri jika melihat gejala apa pun.

Baca juga: Wanita 45 Tahun Tak Bisa Lagi Berhubungan Intim Untuk Selamanya

Dianjurkan untuk mengamati gejala selama satu hingga dua minggu dan berkonsultasi dengan dokter jika terus berlanjut, katanya.

“Kalau gejalanya berhenti, rencana ke dokter mungkin ditunda, tapi kalau gejalanya terus kambuh, segera periksa, apa pun keluhannya. Batuk, pilek, diare, ini semua gejalanya. ) kanker tenggorokan atau kanker mulut, diare bisa jadi (gejala) kanker usus besar. Jika ada penyakit yang tidak kunjung sembuh, jangan ragu ke dokter, ”tegasnya.

Kanker ovarium adalah penyebab utama kedelapan kematian akibat kanker pada wanita di seluruh dunia. Di Indonesia, kanker ovarium menempati urutan ketiga dalam hal kejadian dan angka kematian pada kanker yang menyerang wanita.


Informasi Anda Genggam


Loading...