Hidayat Nur Wahid Minta BPK Untuk Audit Dana Haji

M. Iqbal
Senin, 07 Juni 2021 | 10:15 WIB
Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid R24/ibl Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid

RIAU24.COM - Tahun ini, pemerintah meniadakan keberangkatan haji. Seiring pembatalan tersebut, muncul beragam spekulasi mengenai penggunaan dana haji.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid bahkan menilai tuntutan dari masyarakat untuk segera diadakan audit dana haji semakin meluas.

Disebutkan Hidayat Nur Wahid, tujuan dilakukannya itu untuk menghilangkan beragam spekulasi yang muncul dan agar dana mengendap bisa diketahui penggunaannya.

Baca juga: BTS Army Gelar Program Vaksinasi Untuk Lebih Dari 10 Ribu Warga Indonesia

"Tuntutan untuk audit dana haji makin meluas. Sekalipun sudah ada jaminan dari Menag dan Kepala BPKH bahwa dana haji aman," kata dia dilansir dari Rmol.id, Senin, 7 Juni 2021.

Dia menambahkan, untuk menghilangkan fitnah dan memastikan keamanan dana haji terjamin, maka Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perlu segera turun tangan. BPK bisa melakukan audit dan hasilnya disampaikan secara transparan ke masyarakat.

"Baiknya secara transparan BPK segera audit dana haji, dengan dukungan BPKH dan Kemenag," kata dia lagi.

Baca juga: Diciduk Intel, Anggota TNI Langsung Dipecat dan di Bui, Ini Kesalahannya

Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu telah memastikan bahwa dana haji aman. Dana tersebut kini diinvestasikan dan ditempatkan pada bank-bank syariah dan dikelola dengan prinsip syariah yang aman.

Dia juga mengurai bahwa ada sebanyak 196.965 jemaah haji reguler sudah melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) pada tahun 2020. Total dana terkumpul baik setoran awal maupun setoran lunas adalah Rp 7,05 triliun. 


Informasi Anda Genggam


Loading...