Menu

Ketika Keluarga di Kanada Menjadi Sasaran Serangan Anti-Muslim yang Fatal, Empat Meninggal dan Lukai Seorang Anak Laki-Laki

Devi 8 Jun 2021, 08:16
Foto : Indiatimes
Foto : Indiatimes

Komunitas Muslim di Kanada juga masih belum pulih dari penembakan massal Januari 2017 di sebuah masjid di Kota Quebec yang menewaskan enam pria Muslim dan melukai beberapa lainnya.

Tiga hari berkabung

Walikota London Ed Holder mengatakan dia memerintahkan bendera di luar balai kota diturunkan selama tiga hari berkabung. "Biar saya perjelas: Ini adalah tindakan pembunuhan massal, dilakukan terhadap Muslim - terhadap warga London - dan berakar pada kebencian yang tak terkatakan," kata Holder dalam sebuah pernyataan. “Tindakan kebencian yang tak terkatakan ini, tindakan Islamafobia ini, [sic] harus diikuti oleh tindakan kasih sayang, tindakan kebaikan, tindakan empati, tindakan solidaritas – keadilan – dan, di atas segalanya, cinta.”

Perdana Menteri Ontario Doug Ford juga mentweet ucapan belasungkawanya pada hari Senin. “Kebencian dan Islamofobia TIDAK punya tempat di Ontario. Keadilan harus ditegakkan atas tindakan kebencian mengerikan yang terjadi di London, Ontario kemarin," tulisnya.

Harjit Sajjan, menteri pertahanan nasional Kanada, mengatakan dia “sangat sedih mengetahui empat Muslim Kanada yang tewas di London, Ontario dalam serangan Islamofobia yang keji. Tiga generasi keluarga hilang dalam sekejap. Kebencian yang meluas ini terlalu umum di negara kita. Kita harus bersatu untuk mengakhiri kebencian dalam segala bentuknya.”

Jagmeet Singh, pemimpin oposisi Partai Demokrat Baru (NDP), juga mengutuk serangan itu. “Mereka dibunuh karena keyakinan mereka,” tulis Singh di Twitter. “Lebih dari sebelumnya kita harus berdiri bersama keluarga, teman & tetangga Muslim kita melawan kebencian keji seperti itu.”

Halaman: 23Lihat Semua