Memprihatinkan, 28.000 Kasus Jamur Hitam Dilaporkan di India, padahal Covid-19 Perlahan Surut

Amerita
Selasa, 08 Juni 2021 | 19:06 WIB
google R24/ame google

RIAU24.COM - India sedang menghadapi virus baru, mucormycosis, penyakit jamur langka dengan tingkat kematian tinggi yang biasa disebut sebagai jamur hitam, dikutip dari Al Jazeera, Selasa (8/6).

Di saat yang sama kasus COVID-19 di India mulai surut.

Baca juga: Lima Orang Tewas Saat Topan Noru Melanda Filipina Utara

 
Menteri Kesehatan Harsh Vardhan mengatakan ada 28.000 kasus infeksi jamur hitam di India saat ini, Senin (7/6).

“Dari 28 negara bagian, kami memiliki sekitar 28.252 kasus mucormycosis sampai sekarang. Dari jumlah tersebut, 86 persen, atau 24.370 kasus, memiliki riwayat COVID-19 dan 62,3 persen, atau 17.601, memiliki riwayat diabetes,” kata Vardhan dalam pertemuan dengan sekelompok menteri federal.

“Jumlah kasus tertinggi, 6.329, terjadi di Maharashtra, diikuti oleh Gujarat dengan 5.486, dan kemudian Madhya Pradesh, Uttar Pradesh, Rajasthan, Haryana, Karnataka, Delhi, dan Andhra Pradesh,” imbuhnya.

Baca juga: Korban Tewas Dalam Tragedi Kapal Bangladesh Meningkat Menjadi 32 Orang Sementara Puluhan Lainnya Menghilang

 
Mucormycosis menyebabkan penghitaman atau perubahan warna pada hidung, penglihatan kabur, nyeri dada, kesulitan bernapas dan batuk darah. 

Pasien virus corona, diabetes dan sistem kekebalan yang lemah sangat rentan terinfeksi virus jamur hitam ini.

Pakar kesehatan mengatakan kualitas udara India yang buruk dan debu yang berlebihan di kota-kota, seperti Mumbai, membuat jamur lebih mudah berkembang.

“Kami dan sebagian besar rumah sakit utama telah melihat lebih banyak kasus mucormycosis dalam sebulan terakhir daripada dalam lima tahun sebelumnya,” Dr Arvinder Soin, ketua Institut Transplantasi Hati Medanta di Gurugram, mengatakan kepada Al Jazeera


Informasi Anda Genggam


Loading...