Di China Pamer Harta Tak Lagi dianggap Keren, Ini Alasannya

Azhar
Kamis, 10 Juni 2021 | 22:41 WIB
Ilustrasi. Foto: Internet R24/azhar Ilustrasi. Foto: Internet

RIAU24.COM -  Kalangan orang berduit di China yang dikenal sebagai tukang pamer semakin hari semakin tak dianggap.

Alasannya karena saat ini pamer kekayaan baik sengaja atau tidak malah direspons dengan cemoohan dan cacian dikutip dari bbc.com, Kamis, 10 Juni 2021.

Seperti yang dirasakan oleh selebritis tajir Su Mang dan Annabel Yao dalam beberapa waktu terakhir.

Dua selebritis kaya raya China ini kerap memamerkan apa yang mereka miliki.

Baca juga: Kerap Berusaha Untuk Tidak Memusuhi Mitra Dagangnya, Kini Israel Kecam Perlakuan China ke Muslim Uighur

Namun bukannya malah mendapat sanjungan, mereka malah mendapatkan cemoohan. Usut punya usut, perlakuan itu mereka terima buntut dari tingginya kesenjangan penghasilan di China.

Berdasarkan Biro Statistik Nasional China rata-rata pendapatan tahunan warga China mencapai 32.189 yuan (sekitar Rp71,8 juta) atau sekitar 2.682 yuan (Rp5,6 juta) per bulan.

Baca juga: Ajaib, 2 Bayi Mampu Selamat Dari Kecelakaan Mengerikan Setelah Ambulans yang Ditumpangi Menabrak Sebuah Mobil

Sementara orang-orang kaya China berpenghasilan US$1,5 triliun (sekitar Rp21.363 triliun) pada 2020.

Itulah ketika kaum kaya memamerkan aset-aset mereka, sebagian khalayak China menilai mereka tidak memiliki hati.


China Kaya
Informasi Anda Genggam


Loading...