Organisasi HAM Sebut China Buat Muslim Uighur Seperti di Neraka

Amerita
Jumat, 11 Juni 2021 | 08:30 WIB
google R24/ame google

RIAU24.COM - Organisasi hak asasi manusia, Amnesty International mengatakan China melakukan kejahatan di Xinjiang, wilayah barat laut yang merupakan rumah bagi Uyghur dan minoritas Muslim lainnya.

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada hari Kamis (10/6), Amnesti meminta PBB untuk menyelidiki, dan mengatakan China telah membuat orang Uyghur, Kazakh, dan Muslim lainnya ditahan massal, diawasi, dan disiksa, dilansir dari BBC.

Baca juga: Negara Ini Pilih Tak Perpanjang Masa Darurat Meskipun Covid-19 Kian Mengkhawatirkan

 
Agnès Callamard, sekretaris jenderal Amnesty International, menuduh pihak berwenang China menciptakan "pemandangan neraka dystopian dalam skala yang mengejutkan".

"Ini harus menggerakkan hati nurani umat manusia bahwa sejumlah besar orang telah menjadi sasaran cuci otak, penyiksaan dan perlakuan merendahkan lainnya di kamp-kamp interniran, sementara jutaan lainnya hidup dalam ketakutan di tengah aparat pengawasan yang luas," kata Callamard.

Dia juga menuduh Sekretaris Jenderal PBB António Guterres "gagal bertindak sesuai mandatnya".

Baca juga: Taliban Kian Ganas, Pakistan Ambil Sikap Kerahkan Militer Jaga Perbatasan

 
"António Guterres belum mencela situasi, dia tidak menyerukan penyelidikan internasional", ujar Callamard mengatakan kepada BBC

"Adalah kewajibannya untuk melindungi nilai-nilai yang menjadi dasar pendirian Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan tentu saja tidak tinggal diam di depan kejahatan terhadap kemanusiaan." 


Informasi Anda Genggam


Loading...