Beda Preman Era Penjajah, Incar Kompeni dan China Lalu Hasilnya Dibagikan ke Orang Miskin

Azhar
Minggu, 13 Juni 2021 | 06:18 WIB
Ilustrasi. Foto: Internet R24/azhar Ilustrasi. Foto: Internet

RIAU24.COM -  Perbedaan mencolok antra preman era penjajahan Belanda dan masa kini begitu terasa.

Di era Belanda, para preman beraksi dengan merampok warga keturunan Belanda dan Tionghoa.

Lalu hasilnya diberikan kepada masyarakat miskin dikutip dari sindonews.com, Minggu, 13 Juni 2021.

Baca juga: Siap-siap! Puluhan Channel TV Ini Bakal Berhenti Siaran di Indonesia

Preman yang terkenal era itu seperti M. Arif alias Darip yang menguasai Klender, Pulogadung, Jatinegara, hingga Bekasi pada pertengahan akhir abad 19, di Batavia.

Kelompok Darip sudah kesohor sehingga pemerintahan Hindia Belanda mengiming-imingi hadiah kepada masyarakat yang bisa memberi tahu keberadaan Darip.

Dahulu target operasi yang dilakukan kelompok Darip bersifat patriotisme dan perampokan.

Kelompok ini sangat selektif mengincar target operasi. Biasanya mereka mengincar orang-orang berkulit terang, seperti China dan warga keturunan Belanda.

Setelah Indonesia merdeka, Jakarta yang menjadi Ibu Kota Negara memasuki zaman yang rawan dengan kekerasan dan tindak kriminal.

Baca juga: Sophia Latjuba Unggah Foto Peluk Calon Menantu, Netizen Langsung Sebut Begini

Sebagian besar pelakunya merupakan eks pejuang laskar yang kehilangan pekerjaan karena revolusi telah usai. Mereka yang tidak terakomodir dalam institusi resmi militer memilih dunia kekerasan untuk menyambung hidup.

Kemudian digantikan oleh kenalan bahkan oleh generasi mereka hingga saat ini.


Preman Belanda
Informasi Anda Genggam


Loading...