Perdana Menteri Baru Israel Janji akan Satukan Bangsa, Palestina Minta Haknya

Amerita
Senin, 14 Juni 2021 | 09:25 WIB
Naftali Bennett R24/ame Naftali Bennett

RIAU24.COM - Perdana Menteri terpilih Israel, Naftali Bennett, berjanji untuk menyatukan bangsa yang dilanda empat pemilihan dalam dua tahun kebuntuan politik.

Dia mengatakan pemerintahannya akan bekerja demi semua orang, menambahkan bahwa prioritasnya adalah reformasi di bidang pendidikan, kesehatan dan pemotongan birokrasi.

Baca juga: Miris, YouTuber Lydia Squid Gaming Dianggap Plagiat Nama Drama Squid Game

 
Dia menggantikan Benjamin Netanyahu yang dipaksa keluar dari jabatannya setelah 12 tahun.

Bennett, pemimpin partai Yamina, akan menjadi perdana menteri hingga September 2023 sebagai bagian dari kesepakatan pembagian kekuasaan.

Netanyahu - perdana menteri terlama Israel - akan tetap menjadi kepala partai sayap kanan Likud dan menjadi pemimpin oposisi.

"Ini bukan hari berkabung. Ada perubahan pemerintahan dalam demokrasi. Itu saja," kata Bennet, dalam pidatonya.

Baca juga: Masyarakat Ajukan BTS Bebas Wamil, Pejabat Militer: Perlu Tinjauan Cermat

 
"Kami akan melakukan semua yang kami bisa sehingga tidak ada yang harus merasa takut. Dan saya katakan kepada mereka yang berniat merayakan malam ini, jangan menari di atas penderitaan orang lain. Kami bukan musuh; kita adalah satu orang."

Perwakilan dari Palestina telah bereaks pemerintah baru Israel.

"Ini urusan internal Israel. Posisi kami selalu jelas, yang kami inginkan adalah negara Palestina di perbatasan 1967 dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya," kata juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

"Ini adalah pendudukan dan entitas kolonial, yang harus kami lawan dengan paksa untuk mendapatkan kembali hak kami," kata juru bicara Hamas, kelompok Islam yang menguasai Gaza.


Informasi Anda Genggam


Loading...